Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dikhawatirkan Turunkan Partisipasi
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, khawatir apabila kenaikan iuran BPJS Kesehatan benar-benar diberlakukan maka banyak peserta yang mengundurkan diri.
Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, khawatir apabila kenaikan iuran BPJS Kesehatan benar-benar diberlakukan maka banyak peserta yang mengundurkan diri.
Supriyanto, 36, warga Desa Banaran, Kecamatan Playen, harus duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Wonosari. Dia dituduh terlibat penjambretan di ruas jalan Getas-Dlingo pada awal Juni 2019.
Pemkab Gunungkidul siap mencairkan bantuan keuangan khusus (BKK) sebesar Rp3,1 miliar untuk pelaksanaan pilkades serentak di 56 desa. Rencananya dana stimulan ini diberikan ke masing-masing desa pada akhir September ini.
Kontingen Gunungkidul menargetkan 41 medali emas di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY.
Pemkab Gunungkidul mendorong masyarakat yang berusia subur untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Program ini menyasar tiga kategori pasangan usia subur (PUS).
Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunungkidul masih mencermati kebutuhan dana Pilkada 2020. Meski belum pasti, berdasarkan usulan dari KPU dan Bawaslu, total anggaran mencapai Rp35 miliar.
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Hal ini disampaikan saat rilis kasus kejahatan di Aula Mapolres Gunungkidul, Selasa (3/9/2019).
Pemkab Gunungkidul optimistis status UNESCO Global Geopark Gunungsewu dapat dipertahankan. Rencananya pengumuman hasil revalidasi dilakukan dalam pertemuan Asian Pasific Geopark Network (APGN) di Rinjani, Lombok, Jumat (6/9).
Hingga awal September 2019 terdapat 92 badan usaha di Gunungkidul yang belum membayar jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul, ada 1.058 badan usaha dengan keseluruhan tenaga kerja aktif mencapai 8.492 tenaga kerja.
Pemkab Gunungkidul tahun ini menargetkan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 15 desa. Total anggaran untuk pembangunan mencapai Rp3,6 miliar. Diharapkan melalui program ini bisa membantu masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.