Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Pelatihan membatik di Dusun Sembung, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Untuk meningkatkan keterampilan membatik dan mendorong keterlibatan perempuan dalam meningkatkan ekonomi keluarga, Nanik Prasetyoningsih, dosen Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar pelatihan batik tulis dan cap di Dusun Sembung, Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman.
Pelatihan yang menjadi bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMY itu dilaksanakan dua kali. Pelatihan batik tulis dan cap diadakan pada Minggu, 23 Februari 2020, sedangkan pelatihan batik sibori diadakan pada Minggu, 1 Maret 2020. Kegiatan ini diikuti 25 anggota PKK Dusun Sembung.
“Pelatihan batik yang dilaksanakan di Dusun Sembung bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membatik untuk mendorong motivasi keterlibatan ibu-ibu dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Batik memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga masyarakat Dusun Sembung,” kata Nanik Prasetyoningsih melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (4/7/2020).
Pelatihan itu digelar dalam empat tahap, yakni sosialisasi mengenai nilai ekonomi batik, pelatihan batik tulis dan cap, pelatihan batik sibori, dan workshop pembuatan batik.
Dalam pelatihan batik tulis dan cap, peserta diarahkan membuat desain batik khas Dusun Sembung. Selanjutnya peserta diajari cara menuliskan motif batik ke kain. Proses ini dalam bahasa Jawa disebut ngeblad. Pelatihan dilanjutkan dengan pelajaran menempelkan malam (lilin khusus untuk batik) ke kain. Proses ini disebut dengan nyanting.
“Setelah itu proses mewarnai, dengan menggunakan warna alami. Proses ini disebut nyelup. Batik yang sudah diwarnai lalu dijemur dan direbus untuk melepaskan malam dari kain. Proses ini disebut nglorot,” ujar Nanik.
Sementara, dalam pelatihan batik sibori, peserta dibebaskan membuat motif sibori dengan memanfaat barang yang dipunyai, seperti kelereng, pensil, stik es krim, karet. Motif sibori bisa dikreasi dalam bentuk lingkaran, kotak, segitiga, atau tidak beraturan. Setelah kain terbentuk, dilanjutkan dengan proses pewarnaan.
Adapun workshop pembuatan batik hanya bisa diadakan satu kali karena pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas Dusun untuk sementara waktu ditiadakan dan dibatasi.
“Sehingga sampai sekarang pendampingan dan workshop belum bisa dilaksanakan,” kata Nanik.
“Peserta sangat senang dengan pelatihan tersebut, karena membatik adalah keterampilan baru bagi mereka dan bisa mendatangkan nilai ekonomi bagi keluarga. Peserta bersemangat untuk mengikuti workshop pembuatan batik, dengan harapan batik hasil karya mereka dapat dijual untuk mendapatkan tambahan penghasilan bagi keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Dusun Sembung, khususnya Ibu-Ibu PKK. Batik memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga hasil batik dapat membantu perekonomian warga, disamping juga upaya untuk melestarikan budaya batik yang menjadi khas Jogja.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.