Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Pujastuti Sulistyaning Dyah dan Tim Pengabdian UMY memberikan pelatihan mengolah cabai untuk anggota Ranting Aisyiyah Sinduadi Tengah, Mlati, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendorong jiwa kewirausahaan anggota Aisyiyah Sinduadi, Mlati, Sleman, melalui inovasi olahan cabai. Kegiatan berbentuk pelatihan itu digagas dosen Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, Pujastuti Sulistyaning Dyah.
Pelatihan ini adalah bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) yang digelar di Ranting Aisyiyah Sinduadi Tengah pada Sabtu (4/7/2020) pekan lalu.
“Pelatihan diikuti 10 anggota Aisyiyah Sinduadi Tengah dan bertujuan menerapkan inovasi teknis pengolahan cabai menjadi bubuk cabai sebagai penyelamatan produk cabai ,” kata Pujastuti Sulistyaning Dyah melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja, Minggu (5/7/2020).
Pelatihan digelar dalam beberapa tahap. Pertama, penjemuran cabai selama dua hari sebagai persiapan sebelum pembuatan bubuk cabai. Agar betul-betul kering, cabai dikeringkan lagi dengan oven sederhana selama dua jam.
“Proses penggilingan menggunakan blander, dengan diberi tambahan bumbu berupa bawang putih dan udang kering. Proses akhir adalah mengemas bubuk cabai dengan botol kecil-kecil,” ujar Pujastuti Sulistyaning Dyah.
Pelatihan dilakukan peserta secara bergantian selama kurang lebih tiga jam dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, yakni memakai masker dan face shield serta jaga jarak untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19.
Ketua Ranting Aisyiyah Sinduadi Tengah Diah Setyowati sangat mendukung inovasi pengolahan cabai. Anggotanya pun mengikuti dengan antusias.
“Anggota Aisyiyah sangat senang dan antusias dengan usaha inovatif bubuk cabai karena mudah diaplikasikan tidak membutuhkan biaya tinggi dan hasilnya disukai konsumen,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.