Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Anggota 'Aisyiyah Ranting Ngestiharjo seusai mendapat pelatihan mengelola lahan pekarangan agar lebih produktif dari UMY./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Anggota ‘Aisyiyah Ranting Ngestiharjo dan Tamantirto, Bantul, mendapat pelatihan mengelola lahan pekarangan agar lebih produktif. Sarjiyah, dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) dengan kegiatan bertema Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Kebutuhan Sayuran yang Sehat dan Aman.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut diikuti 35 anggota \'Aisyiyah Ranting Ngestiharjo dan Tamantirto Utara.
“Tujuan kami adalah meningkatkan wawasan dan ketrampilan Ibu-ibu anggota Aisyiyah Ranting Ngestiharjo dan Tamantirto dalam mengelola lahan pekarangan agar lebih produktif,” ujar Sarjiyah melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.
Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi program, penyuluhan dan pelatihan serta praktik pemanfaatan pekarangan dengan penyemaian benih atau pembibitan tanaman sayuran. Penanaman sayuran sawi, seledri, selada menggunakan teknik eertikultur dan hidroponik, cabai, terong, tomat, kangkung, bayam di polybag, dilakukan pada 12 dan 19 Juli di Ranting ‘Aisyiyah Tamantirto Utara, dan 18 Juli 2020 di Ranting ‘Aisyiyah Ngestiharjo.
“ Pada 9 dan 12 Agustus, kami menyerahkan bantuan sarana penanaman hidroponik, gembor dan polybag untuk praktik penanaman bibit yang sudah dibuat pada saat pelatihan, kepada setiap peserta pelatihan di dua lokasi tersebut. Pada 9 dan 11 September kami melakukan monitoring dan evaluasi dari hasil praktik penanaman berbagai jenis tanaman sayuran oleh ibu-ibu anggota ‘Aisyiyah di Tamantirto dan Ngestiharjo. Hasil monitoring dan evaluasi sangat menggembirakan, semua ibu-ibu anggota ‘Aisyiyah yang sudah mengikuti pelatihan sudah berhasil menanam berbagai tanaman sayuran dengan cara vertikultur, hidroponik, dengan polybag maupun tanam langsung di lahan. Bahkan beberapa jenis tanaman sudah dapat dipanen yaitu kangkung, sawi, selada, bayam, terong, tomat dan cabai,” ucap Sarjiyah.
Menurut dia, kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat bagi anggota ‘Aisyiyah, karena dapat menambah wawasan tentang arti penting memanfaatkan lahan secara produktif, dapat menambah keterampilan menanam berbagai tanaman sayuran dengan berbagai cara dan media, dan dapat memanen sayuran yang sehat dan aman (bebas pestisida) dari halaman rumah sendiri. Bahkan, anggota ‘Aisyiyah bisa berbagi dengan tetangga dan bisa mengurangi anggaran belanja sayuran.
“Lebih-lebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, ibu-ibu bisa memanfaatkan banyak waktu di rumah dengan bertanam sayuran di pekarangannya. Harapannya, kegiatan ini bisa berlanjut dengan kegiatan serupa,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.