Tak Sekadar Gowes, Amazing Race Ajak Peserta Kenali Sumbu Filosofi Jogja
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Urban farming berbasis eco-masjid jemaah Masjid Baitunnafi Brajan RT 04 Tamantirto, Kasihan, Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Triyono, dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), meningkatkan keterampilan urban farming berbasis eco-masjid kepada jemaah Masjid Baitunnafi Brajan RT 04 Tamantirto, Kasihan, Bantul.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini berlangsung di Brajan RT 04 dam diikuti 25 orang jemaah Masjid Baitunnafi.
“Tujuan kami adalah membangun kesadaran lingkungan dan ketrampilan pengelolaan lingkungan yang baik dan produktif dengan urban farming,” kata Triyono melalui keterangan tertulis kepada Harian Jogja.
Kegiatan dimulai dengan penyuluhan bersamaan kegiatan pengajian rutin dengan materi akhlak lingkungan dalam perpsketif Islam. Selanjutnya dilakukan pelatihan budidya sayur hidroponik dan ikan lele dengan memanfaatkan limbah air wudlu dan lahan kosong belakang masjid baitunnafi.
“Jamaah cukup terbuka wawasan dan kesadaran serta antusias untuk mencoba praktok di lahan pekarangan rumah mereka. Pengelolaam lingkungan masjid selain menjaga kebersihan lingkungan ternyata bisa produktif menghasilkan sayuran dan ikan untuk tambahan gizi masyarakat,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.