Jalan Mulus Permudah Aktivitas Ekonomi Warga Bantul
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan bertema Pemberdayaan Aisyiyah DIY dalam Penanggulangan Bencana melalui Peningkatan Kapasitas dalam Pemberian Pertolongan Pertama pada Korban Bencana./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Perserikatan Muhammadiyah (PPM-Muhammadiyah) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan bertema Pemberdayaan Aisyiyah DIY dalam Penanggulangan Bencana melalui Peningkatan Kapasitas dalam Pemberian Pertolongan Pertama pada Korban Bencana.
Al Afik, dosen Program Profesi Ners FKIK UMY, yang menginisiasi pengabdian masyarakat ini mengatakan kegiatan berlangsung di Pimpinan Wilayah Aisyiyah DIY , dan 20 - 21 Maret 2021 dan diikuti 42 Kader Aisiyah di Pimpinan Daerah (PDA) 5 kabupaten kota di DIY.
“Tujuannya adalah menciptakan kader Aisiyah sebagai salah satu penopang dalam Aisiyah yang mempunyai sumber daya yang mumpuni berkeinginan turut serta secara aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana,” kata Al Afik.
Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat(PPGD) pada saat bencanan ini dapat terlaksana selama 2 hari dengan sistem bladed learning,hari pertama pembekalan teori secara daring melalui zoom meeting dengan 3 materi dasar kebencanaan (Panorama bencana,& kode etik kerelawanan, fiqih bencana serta dasar-dasar etik media dalam kebencanaan) dan 3 materi PPGD ( Asesment awal & triase, BLS, dan Stabilisasi Transportasi Penderita Gawat Darurat).
Pada hari jedua terlaksana pelatihan secara lurin` dengan tetap menerapkan protokol kesehatan penggunaan APD dan penyediaan sarana cuci tangan, handsanitizer serta selalu menjaga jarak aman dalam pelatihan skill PPGD. Skill yang dilatihkan kepada kader aisiyah (42 orang) terbagi menjadi 4 kelompok yaitu skill bantuan hidup dasar (RJP & Pengenalan penggunaan AED/automatic external defibrillator, Skill Balut Bidai, Skill Livting moving penderita gawat darurat, dan skill pemeriksaan tanda-tanda vital sederhana- cek suhu,nadi, dan tekanan darah). Hasil pre-postest peserta pelatihan menunjukkan peningkatan yaitu dengan nilai rata-rata Pre-test 71,6 dan post test sebesar 83,3 dengan nilai peningkatan sebesar 15% setelah dilakukan pelatihan.
“Ibu-ibu kader sangat antusias dengan diadakan pelatihan ini, berharap secara kontinyu dan ditingkatkan ke level berikutnya dalam kesiap siagaan dalam penanggulangan bencana. juga berharap ada bantuan fasilitas untuk alat2 evakuasi tranportasi penderita yang mengalami kegawatan untuk pertolongan pertama bagi para kader di setiap daerah yang memliki karakter daerah yang berbeda-beda. (ADV).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.