Jalan Mulus Permudah Aktivitas Ekonomi Warga Bantul
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Pelatihan Manajemen Kecerdasan Emosi dan Manajemen Administrasi Skrining PTM bagi kader kesehatan di Dusun Gamping Kidul, RT 03 RW 17, Ambarketawang, Gamping, Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Dr drh Tri Wulandari Kesetyaningsih MKes, dosen Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengisi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Pelatihan Manajemen Kecerdasan Emosi dan Manajemen Administrasi Skrining PTM bagi kader kesehatan di Dusun Gamping Kidul, RT 03 RW 17, Ambarketawang, Gamping, Sleman.
“Pelatihan ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengabdian dua tahun sebelumnya. Program pengabdian bertujuan untuk menerapkan pola hidup sehat di masyarakat khususnya di Dusun Gamping Kidul. Sasaran utama pelatihan adalah kader kesehatan dan ibu-ibu anggota PKK RT 03 di Dusun Gamping Kidul. Pada tahun pertama telah dilakukan skrining ibu berisiko penyakit tidak menular (PTM) dan terbentuk terbentuk grup senam yang diikuti oleh 30an lebih orang anggota PKK Dusun Gamping Kidul. Senam telah berjalan rutin 2x seminggu sebelum masa pandemi, namun pada masa pandemi covid-19 kegiatan senam tidak dilaksanakan. Tahun ke-2 dilanjutkan dengan pelatihan mengenai cara pemeriksaan darah sederhana untuk skrining dan penyusunan menu gizi seimbang,” jelas Dr drh Tri Wulandari Kesetyaningsih MKes penanggung jawab kegiatan ini.
Kegiatan tahun ke-3 (2021) menyempurnakan program penerapan pola hidup sehat dengan menyelenggakan pelatihan manajemen emosi dan administrasi skrining PTM sehingga nantinya dapat digunakan di Posyandu Lansia atau Posbindu. Pelatihan diikuti oleh 15 orang kader kesehatan yang tahun sebelumnya telah mengikuti pelatihan dalam rangkaian kegiatan yang sama.
Pelaksanaan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan menggunakan handsanitizer, serta dilaksanakan di ruangan terbuka. Pelatihan dimulai dengan sesi pertama berupa penjelasan mengenai ‘Langkah awal menuju cerdas emosi’ yang disampaikan oleh Dr Tri Pitara Mahanggoro, MKes. Cerdas emosi dapat menurunkan stress.
Stress merupakan reaksi fisiologik dan psikologik yang terjadi jika seseorang mengalami ketidakseimbangan antara tuntutan yang dibebankan dengan kemampuan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Meskipun stress merupakan suatu hal yang manusiawi, tetapi tetap harus dihindari agar sehat baik jasmani maupun rohani.
Sesi kedua berupa penyusunan administrasi skrining PTM, diberikan Dr drh Tri Wulandari Kesetyaningsih, Mkes. Pada sesi ini kader kesehatan diberikan contoh formulir yang diperlukan dalam skrining PTM. Contoh formulir dicoba diisi oleh masing-masing kader untuk mengetahui status kesehatannya sendiri berdasarkan data simulasi.
Pada akhir pelatihan dilakukan penyerahan bantuan untuk memperlancar kegiatan skrining PTM yang rencananya akan dilaksanakan melalui posyandu lansia. Bantuan tersebut berupa meja kayu untuk posyandu sejumlah 10 buah. Adapun peralatan untuk skrining berupa alat pengukur TB, BB, TD dan pemeriksaan darah sederhana merk Easytouch telah diberikan pada kegiatan tahun kedua.(ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan dan pemeliharaan jalan di Bantul membantu petani dan pelaku UMKM memperlancar mobilitas, distribusi hasil panen, serta pemasaran produk.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.