John Herdman Bicara Kartu Merah Thom Haye Saat Lawan Malaysia
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Penjaga gawang Italia Gianluigi Donnarumma/UEFA.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Final Euro 2020 antara Italia dan Inggris yang digelar di Stadion Wembley, Senin (12/7/2021) dini hari, bisa saja berakhir dengan adu penalti. Lantas siapa yang akan menang? Data statistik memihak Inggris, tapi Italia memiliki faktor kunci.
Laman UEFA mengulas khusus kemungkinan terjadinya adu penalti dalam partai puncak Piala Eropa kali ini. Mereka menekankan ketika kata "adu penalti" muncul, memori buruk kerap muncul dalam bayangan para suporer Timnas Inggris. Itu tak mengherankan. Adu penalti telah menjadi penyebab kegagalan Inggris di Piala Dunia 1990, 1998 dan 2006; jua di Euro 1996, 2004 dan 2012.
Tapi, data statistik sebelumnya bisa membuat para suporter Three Lions lebih rileks. Patut dicatat, pada Euro 2020 ini Italia sudah melewati satu adu penalti. Mereka lolos dari semifinal setelah menang tostosan 4-2 dari Spanyol, setelah bermain 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Ini, fakta yang penting buat Inggris, dalam sejarah Piala Eropa tak ada tim yang pernah bisa memenangi dua adu penalti dalam satu turnamen. Ketika dua adu penalti dijalani, tim yang bersangkutan biasanya harus menelan kekecewaan.
Simak datanya:
Euro 1996: Prancis, menang 5-4 vs Belanda (perempat final); kalah 6-5 vs Republik Ceko (semifinal).
Euro 1996: Inggris, menang 4-2 vs Spanyol (perempat final); kalah 6-5 vs Jerman (semifinal).
Euro 2016: Polandia, menang 5-4 vs Swiss (16 besar); kalah 5-3 vs Portugal (perempat final).
Euro 2020: Swiss, menang 5-4 vs Prancis (16 besar); kalah 3-1 vs Spanyol (perempat final)
Euro 2020: Spanyol, menang 3-1 vs Swiss (perempat final); kalah 4-2 vs Italia (semifinal).
Fakta lain menguntungkan Inggris. Kiper mereka, Jordan Pickford, telah menginspirasi tim untuk memenangkan adu penalti di dua turnamen terakhir mereka. Mereka menang atas Kolombia di Piala Dunia 2018 dan di final UEFA Nations League 2019, ketika ia juga mencetak gol melawan Swiss di perebutan tempat ketiga.
Kiper Everton itu ttampil mencorong saat adu penalti dilakukan. Ia telah menggagalkan sembilan dari 42 penalti yang dia hadapi.
Namun, dua faktor itu juga tak bisa jadi jaminan. Timnas Italia bisa saja menjadi tim pertama yang membuat sejarah dengan memenangi dua adu penalti dalam satu Piala Eropa. Mereka memiliki modal untuk itu, yakni sosok Gianluigi Donnarumma.
Donnarumma telah menghadapi 40 tendangan penalti selama karier seniornya. Ia mampu membendung 14 di antaranya. Penyelamatannya mencapai 35 persen, rekor dibandingkan kiper lain sejauh ini. Keberhasilan memblok tembakan Alvaro Morata di semifinal juga memastikan dia tampil sempurna dalam adu penalti untuk klub dan negara: empat kemenangan dari empat adu penalti.
Jadi, saat final Euro 2020 berlangsung hingga adu penalti, kedua suporter tim finalis memiliki faktor yang layak memberi harapan, juga kecemasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan. Ferran Soriano menegaskan proses hukum masih panjang dan klub akan melawan.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.