Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) portabel hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Penelitian dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) portabel berkapasitas hingga 450 Watt menggunakan turbin jenis undershoot 8 sudu sebagai sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan, sehingga dapat dipindah-pindah dengan mudah.
Penggunaan sumber energi baru terbarukan (EBT) sebagai pembangkit listrik semakin populer di masyarakat. Hal tersebut disebabkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan perhatian yang besar terhadap isu lingkungan. Pemerintah Indonesia telah menargetkan hingga tahun 2025, kontribusi pembangkit listrik EBT sebagai pembangkit listrik nasional dapat mencapai 23%. Salah satu teknologi pembangkit listrik EBT yang menjadi prioritas pengembangan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Teknologi ini telah terbukti handal dan banyak digunakan untuk penyediaan energi listrik di daerah terpencil. Namun, PLTMH masih memiliki beberapa kendala, baik dari sisi ketersediaan sumber daya air maupun dari sisi kebutuhan. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka perlu mengembangkan sistem pembangkit tenaga air skala kecil, yaitu pikohidro.
Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) dapat memanfaatkan potensi tenaga air low-head dengan teknologi dan desain yang memungkinkan untuk dibuat dan dirawat secara mandiri. Dalam pengaplikasiannya, seringkali diperlukan juga pembangkit listrik pikohidro yang dapat dipindah lokasi dengan mudah (portable), misalnya untuk keperluan pembasmian hama pertanian berbasis elektronik, keperluan penerangan sementara, penyesuaian ketersediaan sumberdaya air, dan lain-lain. Oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui penelitinya yaitu Dr. Ir. Ramadoni Syahputra, ST, MT. membuat inovasi rancang-bangun pembangkit listrik tenaga pikohidro portable berkapasitas maksimal 450 watt.

Gambar 1. Dr. Ir. Ramadoni Syahputra, ST, MT.
Produk Inovasi turbin pikohidro dirancang untuk mendapatkan pembangkit listrik yang dapat menghasilkan daya terbangkit 450 Watt dengan tinggi jatuh air (head) 0,2 m hingga 2 m. Prototipe ini menggunakan jenis undershoot agar proses pemasangannya lebih sederhana. Selain itu, produk Inovasi ini juga menggunakan bahan komposit karena memiliki potensi keunggulan dari berbagai aspek. Kemudian produk Inovasi ini juga dapat menggunakan generator yang mudah diperoleh di pasaran. Dalam hal ini dipilih generator arus searah tanpa sikat (brushless dc generator), karena mampu menghasilkan tegangan listrik yang langsung dapat disimpan di baterai walaupun putaran turbin tidak stabil, sehingga cocok digunakan sebagai pembangkit listrik pikohidro maupun mikrohidro.

Gambar 2. Detail Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) portabel.
Menurut Dr. Ramadoni, Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) portabel ini dapat bekerja dengan cara meletakkannya pada saluran air, irigasi, selokan, atau sungai kecil, dengan mempertimbangkan debit air yang cukup untuk memutar turbin dengan kecepatan putaran minimal 40 rpm. Kerja alat digerakkan oleh energi kinetic air dari saluran air yang kontinyu dengan tinggi jatuh air (head) 0,2 m hingga 2 m.
Pembangkit ini mempunyai kapasitas maksimal 450 Watt bertegangan arus searah yang dapat langsung disimpan ke dalam suatu baterai tanpa melalui penyearah (rectifier), sehingga menjadikannya fleksibel karena energi listrik dalam baterai dapat dengan mudah digunakan untuk mencatu beban listrik. pembangkit ini mempunyai desain yang sederhana tetapi kokoh seperti terlihat pada Gambar 1, sehingga biaya investasi untuk pembuatannya relatif rendah jika dibandingkan pembangkit listrik lain untuk kapasitas yang sama.
Pembangkit ini dapat diaplikasikan dengan mudah dan dapat dipindahkan sesuai kebutuhan untuk digunakan di saluran air dengan debit air yang rendah. pembangkit ini termasuk jenis pembangkit listrik yang ramah lingkungan karena bebas polusi dan bebas suara bising. pembangkit listrik menggunakan sumber daya air yang merupakan sumber energi terbarukan.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi [email protected] atau mengunjungi www.lri.umy.ac.id. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.