Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Rompi pijat pelancar ASI hasil inovasi peneliti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Erika Loniza, S.T., M.Eng., peneliti Program Studi Teknologi Elektro-Medis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) membuat inovasi berupa rompi pijat pelancar ASI yang dapat memperlancar peredaran air susu bagi ibu postpartum.
Air susu ibu (ASI) merupakan asupan utama (ekslusif) bagi bayi baru lahir hingga usia 6 bulan. Namun, beberapa ibu postpartum kesulitan mengeluarkan ASI karena beberapa faktor, di antaranya puting lecet, payudara bengkak, sumbatan saluran payudara, pembengkakan pada payudara serta minimnya rangsangan mekanik saraf dan hormon-horman yang berpengaruh dalam produksi dan pengeluaran ASI.
Produksi dan pengeluaran ASI menjadi dua hal penting dalam upaya untuk memperlancar ASI. Pengeluaran ASI dapat dipengaruhi oleh minimnya rangsangan hormon prolaktin dan hormon oksitosin, sedangkan perubahan fisik dan psikologis dapat mempengaruhi proses laktasi.
Hormon oksitosin akan keluar dengan sendirinya melalui rangsangan ke puting susu melalui isapan mulut bayi atau melalui pijatan pada tulang belakang ibu yang dapat memberikan rasa tenang, nyaman, meningkatkan ambang rasa nyeri dan mencintai bayinya, sehingga hormon oksitosin dapat keluar dan ASI pun cepat keluar. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan melalui pijatan atau rangsangan pada tulang belakang ibu postpartum.

Gambar 1. Erika Loniza, S.T., M.Eng.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Erika Loniza, S.T., M.Eng. yang merupakan dosen sekaligus peneliti di Teknologi Elektro-Medis Program Vokasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengembangkan inovasi berupa rompi pijat pelancar ASI yang dilengkapi dengan dua alat pijat. Rompi ini telah terdaftar paten di DJKI KemenkumHAM RI dengan nomor S00202100569.
Alat pijat pertama merupakan alat pijat payudara yang dipasang pada bagian dalam rompi depan yang memiliki bola-bola pejal yang berfungsi memberikan rangsangan langsung pada payudara. Alat pijat kedua, merupakan alat pijat yang dipasang pada bagian dalam rompi belakang yang berfungsi untuk melakukan rangsangan pada titik oksitoksin.
Alat pijat yang memijat bagian punggung inilah yang menjadi pembeda diantara alat pijat pelancar ASI yang telah diciptakan sebelumnya. Melalui pijatan atau rangsangan pada tulang belakang, neurotransmitter akan merangsang medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hypothalamus di hypofise posterior untuk mengeluarkan hormon oksitosin yang juga akan dibantu oleh hisapan bayi, sehingga menyebabkan payudara mengeluarkan air susunya. Rompi pijat pelancar ASI ini juga dilengkapi dengan sistem digital yang berguna sebagai alat informasi.

Gambar 2. Rompi Pijat Pelancar ASI
Erika Loniza menyebut tujuan inovasi ini adalah untuk mengatasi persoalan pada ketidaklancaran ibu postpartum dalam menyusui bayi, sehingga perlu diciptakan dan dikembangkannya suatu alat yang dapat membantu ibu menyusui dalam memperlancar peredaran ASI pada bayi. Diharapkan inovasi ini dapat bermanfaat bagi ibu menyusui yang mempunyai permasalahan ketidaklancaran ASI-nya untuk si kecil.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa hubungi [email protected] atau mengunjungi www.lri.umy.ac.id. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.