Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Dosen UMY dan UMT saat menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di UMKM Batik Sekarniti dan Onggo-Onggo Craft, belum lama ini./Istimewa
BANTUL—Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor usaha yang terdampak pandemi Covid-19. Upaya membangkitkan kembali UMKM ini menjadi perhatian dari Bambang Jatmiko dan Gatot Supangkat, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), serta Agus Yulistiyono dan Abdul Karim dari Universitas Muhammadiyah Tanggerang (UMT). Mereka berkolaborasi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di UMKM Batik Sekarniti dan Onggo-Onggo Craft yang berlokasi di Kapanewon Nanggulan, Kulonprogo.
Kolaborasi dua kampus Muhammadiyah ini dilakukan dengan mengaplikasikan keilmuan dan memberikan solusi kepada masyarakat berbasis kepakaran. Dalam menjalankan pengabdian, tim dosen ini mendapat dukungan dana dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Lembaga Pengabdian Masyarakat UMY dan UMT.
Bambang Jatmiko mengungkapkan kolaborasi pengabdian yang dilakukan oleh UMY dan UMT berkaitan dengan adanya peningkatan kinerja pengabdian, penelitian, dan pendidikan. Menurutnya, pengabdian ini merupakan proses untuk membina perguruan tinggi lainnya untuk bersama-sama memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. “Permasalahan yang dihadapi kedua UMKM ini adalah sumber daya manusia yang kerap kali berganti serta adanya masalah pada Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Pandemi Covid-19 juga memengaruhi produktivitas, untuk itu kami memberikan bantuan mesin produksi dan pengering serat alami,” kata Bambang Jatmiko seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (5/1).
Tomo, pemilik Batik Sekarniti, dan Darto, pemilik Onggo-Onggo Craft berharap dengan adanya pembinaan dan bantuan alat produksi dari PKM UMY dan UMT maka produktivitas mereka bisa meningkat. “Kami memperoleh bantuan alat pengering. Hampir 80 persen material yang kami gunakan selalu melewati proses pewarnaan yang membuat material basah. Selama ini kami menggunakan pengering alami berupa sinar Matahari. Dengan adanya bantuan mesin ini membuat kinerja kami lebih efisien dan produktivitas kami meningkat,” kata Darto.
Selain itu, pembinaan lain yang diberikan oleh kelompok PKM adalah verifikasi produk berbasis website. Tomo mengaku selama pandemi UMKM yang ia kelola mengalami penurunan permintaan. Saat ini dia merasa terbantu dengan adanya penjualan berbasis online. “Kami berharap agar pandemi ini segera berakhir sehingga kami bisa memperluas pasar dan penjualan serta semakin produktif,” kata Tomo. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.