Pemda DIY Siapkan Penataan Eks ABA dan Kawasan Panggung Krapyak
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
Pojok Bulaksumur yang membahas kandidat capres PDIP di Pilpres 2024 di Gedung Pusat UGM, Kamis, (12/1/2023)./Harian Jogja-Anisatul Umah
Harianjogja.com, SLEMAN—PDI Perjuangan (PDIP) masih merahasiakan nama calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024. Namun, pakar politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Mada Sukmajati, mengatakan kandidat yang paling kuat adalah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Dia menjelaskan berdasarkan kalkulasi rasional dari survei-survei yang kredibel, langkah PDIP di Pemilu 2024 akan berat apabila tidak mengusung Ganjar Pranowo. Jika PDI Perjuangan menyorongkan Puan Maharani, elektabilitas putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu akan sulit meningkat dalam waktu dekat.
"Saya kira Megawati yang sudah matang di dalam kalkulasi politik sudah menghitung soal ini. Jadi hitung-hitungannya rasional," ucapnya dalam acara Pojok Bulaksumur di Gedung Pusat UGM, Kamis, (12/1/2023).
Megawati belum mengumumkan secara resmi nama Ganjar Pranowo sebagai capres menjadi sinyal PDIP memberikan kesempatan bagi Ganjar untuk membuktikan diri layak mendapatkan tiket. "Ya mumpung masih jadi gubernur, memaksimalkan kinerjanya untuk membuktikan dia layak dapat tiket dari PDI Perjuangan," ucap dia.
BACA JUGA: Jokowi Dukung Yusril Ihza Mahendra Jadi Capres di Pilpres 2024
Mada mengatakan belum ada adu gagasan dari calon pemimpin Indonesia lima tahun ke depan. Menurutnya ini cukup ironis, karena program dan gagasan itu penting. "Pemilu tinggal satu tahun tapi kita masih terjebak nama, belum ada adu gagasan," ujar dia.
Hal senada disampaikan pakar komunikasi politik dari UGM, Nyarwi Ahmad. Menurutnya Ganjar Pranowo yang akan diusung PDI Perjuangan. Ia berpandangan kecenderungannya besar melihat elektabilitas dan trennya yang naik. "Saya kira Bu Mega enggak eksplisit karena PDIP pengin menegaskan sebagai partai ideologis. Tidak mudah terseret arus elektoral," paparnya.
Sementara itu, pakar hukum tata negara dari UGM, Andi Sandi, mengingatkan publik untuk sama-sama fokus mengawal program dari kandidat capres. Selain itu kecenderungan politik identitas harus dikurangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY matangkan penataan eks Parkir ABA dan Panggung Krapyak dengan konsep ruang hijau minim bangunan, RTH ditargetkan mulai 2026.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
Microsoft mulai menghapus login OTP SMS dan beralih ke passkey demi meningkatkan keamanan akun pengguna dari ancaman siber.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.