BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Bank Diminta Tak Naikkan Bunga Kredit
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Prabowo Subianto bersama adiknya Hashim Djojohadikusumo./JIBI-Bisnis-Jaffry Prabu Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menyebut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tidak harus menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Hashim berpendapat selama ini pembicaraan antara Gerindra dengan PKB tak pernah menyebutkan persyaratan Cak Imin harus jadi cawapres Prabowo. Meskipun, kedua partai politik (parpol) itu sudah mendeklarasikan koalisi bersama untuk Pilpres 2024 sejak Agustus tahun lalu.
"Dalam pembicaraan dengan Pak Muhaimin itu tidak semestinya, tidak mutlak Pak Muhaimin [jadi cawapres Prabowo]. Itu [cawapres] calon-calon yang disetujui dan tentu dicalonkan oleh PKB," ujar Hashim di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu (12/3/2023).
Dia menjelaskan, jika Cak Imin yang harus jadi cawapres Prabowo maka sejak Agustus 2022 mereka sekalian mendeklarasikan capres-cawapres usungan koalisi untuk 2024 yaitu duet Prabowo-Cak Imin. Nyatanya, hingga kini mereka belum mengumumkan pasangan calon usungan koalisi Gerindra-PKB.
"Kami menangkap tidak perlu sampai 100 persen harus Pak Muhaimin. Kalau harus Pak Muhaimin kan sudah deklarasi bulan Agustus tahun lalu. Sekarang masih terbuka," jelas adik Prabowo itu.
Gerindra sendiri sudah mendeklarasikan bahwa capres tunggal usungan mereka adalah Prabowo. Sementara PKB sebenarnya juga menginginkan Cak Imin maju di ajang Pilpres 2024, minimal jadi cawapres.
Sementara itu, Hashim mengungkapkan partainya membuka kemungkinan duet antara Prabowo dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, duet itu bisa terwujud jika Ganjar mau dan PKB juga menyetujui.
"Kemungkinan itu terbuka kalau Pak Ganjar mau jadi, tapi harus disetujui oleh PKB. Kan begitu harus disetujui PKB. Kami terbuka lah," ucapnya.
Selain itu, Hashim juga menekankan peluang duet tersebut terbuka asalkan Ganjar jadi cawapres. Menurutnya, tak mungkin Prabowo jadi cawapres Anies sebab pengalaman menteri pertahanan itu jauh lebih banyak.
"Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut dengan Pak Prabowo, dengan catatan Pak Prabowo calon presiden. Saya kira sudah tidak mungkin kalau Pak Prabowo calon wakil presiden," tegasnya.
Sebagai informasi, isu duet Prabowo-Ganjar menguat usai keduanya tampak kompak menemani Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau panen raya di Desa Lajer, Kebumen, Jawa Tengah pada Kamis (9/3/2023).
Ketiga tokoh itu meninjau dan berdialog langsung dengan sejumlah petani. Rangkaian kunjungan kerja itu juga turut diwarnai dengan momen kemesraan mereka.
Jokowi, Prabowo dan Ganjar tampak sempat berswafoto. Dalam momen itu, Ganjar tampak yang memegang ponsel dan mengambil selfie, sementara Jokowi dan Prabowo yang kompak memakai kemeja putih berdiri di antara para petani.
Prabowo dan Ganjar juga mendampingi Jokowi saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media yang hadir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Kasus kekerasan seksual UPN Veteran Yogyakarta memasuki tahap sanksi. Lima dosen dinonaktifkan sementara oleh kampus.
BMKG memprediksi hujan lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga akhir Mei 2026.
Ledakan tambang batu bara di Shanxi, China, menewaskan 82 pekerja. Operasi penyelamatan masih berlangsung hingga Sabtu.
PLN mengungkap kronologi blackout Sumatra yang dipicu gangguan transmisi di Jambi akibat cuaca buruk pada Jumat malam.
PSIM Jogja memperpanjang kontrak Jean-Paul Van Gastel karena dinilai sukses membangun filosofi permainan dan fondasi tim.