Sleman Gelontorkan Rp2 Miliar Revitalisasi Pedestrian Denggung
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp2 miliar untuk melanjutkan revitalisasi taman dan pedestrian Jalan KRT Pringgodiningrat hingga Denggung.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Anggaran penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Kulonprogo resmi diketok, Senin (10/4/2023) lalu.
Ketua KPU Kulonprogo, Ibah Muthiah mengatakan bahwa total anggaran tersebut dibagi untuk empat tahapan. "Pertama, untuk tahapan persiapan dan pelaksanaan, anggaran yang kami alokasikan mencapai Rp10 miliar," kata Muthiah, Rabu (12/4/2023).
Kedua, sebanyak Rp6 miliar dialokasikan untuk operasional dan administrasi perkantoran. Sedangkan yang ketiga, kelompok kerja (pokja) mendapat Rp285 juta.
BACA JUGA: Tok! Putusan PN Jakpus tentang Penundaan Pemilu 2024 Dibatalkan Pengadilan Tinggi DKI
Dia mengatakan pokja tersebut terdiri dari KPU kabupaten dan pemangku kebijakan atau stakeholder terkait. "Kalau contoh untuk pokja itu misalnya ketika pencalonan bupati. Nah, nanti kan ada persyaratan yang harus dipenuhi seperti surat kesehatan, maka pokjanya mengikutsertakan RSUD," katanya.
Sisanya sebanyak Rp15 miliar dialokasikan untuk honor penyelenggara. Penyelenggara tersebut terdiri dari KPU dan sekretariat, serta jajaran ad hoc PPK dan sekretariat, lalu PPS dan sekretariat, kemudian KPPS dan PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp2 miliar untuk melanjutkan revitalisasi taman dan pedestrian Jalan KRT Pringgodiningrat hingga Denggung.
Korban Daycare Little Aresha Jogja masih mengalami trauma. Orang tua menanggung biaya terapi, sementara proses hukum terus berjalan.
KAI mencatat 10 stasiun KA jarak jauh tersibuk pada semester I 2026. Stasiun Yogyakarta menempati peringkat ketiga dengan 3,2 juta pelanggan.
Sebanyak 38 budaya asal Jawa Tengah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2026 tahap I, termasuk Ciu Bekonang dari Sukoharjo.
Komdigi memperingatkan 22 PSE yang belum mendaftar. Jika hingga 13 Juli 2026 belum patuh, layanan digital berisiko diblokir.
Pemkot Jogja masih mematangkan penataan Malioboro, termasuk becak listrik, akses kendaraan, dan perbaikan fasilitas water station.