Prabowo Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 H bersama diaspora Indonesia di Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) disaksikan Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Uno (kiri) dan Sekretatis Jenderal Ahmad Muzani memotong tumpeng saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai Gerindra di Jakarta, Senin (6/2/2023). Bisnis/Arief Hermawan P
Harianjogja.com, JAKARTA–Usai memutuskan mundur dari Gerindra, Prabowo Subianto berpesan agar Sandiaga Salahuddin Uno tetap terus berjuang bersama untuk mewujudkan visi Indonesia Maju meskipun telah berbeda partai politik.
“Ya, pesannya pertimbangkan masak-masak dan semoga bisa berjuang bersama untuk Indonesia maju. Kebetulan, kami juga sama-sama di kabinet, di bawah Pak Jokowi,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno kepada wartawan, Kamis (27/4/2023).
Lebih lanjut, dia mengaku bahwa selama berada di Kabinet Indonesia Maju bersama dengan Prabowo tingkat kepuasan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah akan terus menjadi fokus mereka ke depannya dalam kepemimpinan usai Pemilu 2024.
“Apalagi, dengan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi ini sebagai catatan bagi kita bagaimana kita kontestasi demokrasi ini bisa terus memberikan satu harapan maupun juga capaian yang sesuai dengan permintaan masyarakat. Solusi-solusi apa yang perlu kita hadirkan,” pungkas Sandi.
Sebelumnya, Sandiaga mengungkap persiapan yang dilakukannya sebelum berpindah ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Partai Gerindra.
Saat ditemui wartawan di Bogor, Rabu (26/4/2023), Sandiaga mengatakan bahwa pengunduran diri dari partai yang membesarkan namanya itu adalah hal yang berat.
Tak dapat dipungkiri, peran Partai Gerindra sangat besar dalam perjalanan karier politik Sandiaga.
"Mungkin ini salah satu hal terberat yang saya putuskan setelah berkontemplasi, salat istikharah di 10 hari bulan Ramadan," ujarnya, dikutip Kamis (27/4/2023).
Pada kesempatan yang sama, Sandi menepis anggapan bahwa keputusan untuk berpisah dengan Gerindra tiket pencalonan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia mengatakan bahwa alasan untuk berpindah ke PPP didasarkan pada masukan masyarakat.
Bos PT Saratoga Investama Swadaya Tbk. (SRTG) itu mengatakan bahwa memiliki pemikiran dan gagasan lain yang berbeda dengan Gerindra.
"Pak Prabowo mengajarkan kita harus mengikuti etika. Kalau nakhoda sudah menentukan satu arah dan tujuan, namun kita memiliki pemikiran lain atau ada gagasan yang ingin ditawarkan, tentunya Partai Gerindra sudah memutuskan Pak Prabowo dan koalisi yang dibentuk akan mengusung gagasan yang akan emreka sampaikan," ucapnya.
Menurut Sandi, gagasan yang ingin fokus disampaikan olehnya lebih condong terhadap percepatan pembangunan dan narasi ekonomi yang kuat dalam proses kontestasi demokrasi ke depan.
PPP, ujarnya, bisa memberikan wadah untuk menyampaikan pandangan itu.
"Jadi ini yang saya ingin suarakan. Saya memerlukan suatu ruang dan platform untuk menyampaikan pandangan ini, dan tentunya keputusan tersebut sudah sesuai dengan anjuran Pak Prabowo," katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Iduladha 1447 H bersama diaspora Indonesia di Paris, Prancis, Rabu (27/5/2026).
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.