Restitusi Pajak Membengkak, Menkeu Purbaya Rombak Besar DJP
Menkeu Purbaya merombak DJP usai lonjakan restitusi pajak. Ini daftar pejabat baru dan alasan di balik kebijakan tersebut.
PDIP Senang PPP Tidak Banyak Drama Dalam Berpolitik, Kode Keras Koalisi? Ganjar Pranowo jadi capres usungan PPP dan PDIP /Bisnis-Akbar Evandio
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Said Abdullah memberikan sinyal partainya akan membentuk koalisi bersama dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Said menjelaskan, PDIP tetap berkomitmen membentuk kerja sama politik dengan partai politik lain meski notabenenya bisa mencalonkan calon presiden wakil presiden (capres-cawapres) tanpa berkoalisi. “Prinsip gotong royong sebagai jiwa Pancasila terus kami kedepankan,” ujar Said dalam keterangan tertulis, Minggu (30/4/2023).
Ia menambahkan PDIP senang karena PPP ikut mengusung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi capres pada Pilpres 2024. Ditambah, pada Minggu (30/4/2023) PPP sudah berkunjung ke markas PDIP untuk menyampaikan secara resmi dukungan ke Ganjar.
Said mengakui PPP bersama Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Meskipun begitu, dia yakin PPP tetap punya otonomi sendiri untuk menentukan langkah politik ke depan.
“PPP tetap otonom dan tidak banyak drama dalam berpolitik dengan berbagai gelaran pertemuan politik yang tanpa hasil. Dukungan PPP terhadap Ganjar Pranowo menunjukkan sikap politik PPP yang konkret, tidak banyak basa basi,” ucap Ketua Badan Anggaran DPR itu.
Apalagi, lanjutnya, PDIP dan PPP sudah sering menjalin kerja sama. Said mencontohkan, kedua partai pernah sama-sama merasakan tekanan politik rezim Orde Baru. Lalu, pada 2001-2004 ketua umum kedua partai, Megawati Soekarnoputri dan Hamzah Haz, berpasangan sebagai presiden dan wakil presiden.
“[Kini] di berbagai daerah, banyak kader PPP menopang jalannya pemerintahan daerah yang dipimpin oleh kader PDI Perjuangan. Contoh paling konkret, Wakil Gubernur Jawa Tengah yang mendampingi Ganjar Pranowo saat ini adalah Gus Taj Yasin, putra alm. KH Maemun Zuber, ulama paling berpengaruh di PPP,” katanya.
PDIP dan PPP beserta partai lain yang sama-sama mendukung pencapresan Ganjar seperti Partai Hanura akan segera membentuk koalisi untuk menyamakan visi bersama termasuk soal cawapres.
“Kami [PDIP] bersama PPP dan Hanura serta partai lainnya yang akan segera menjadi kerja sama politik ini akan mengerucutkan visi besar ke depan, termasuk sosok calon wakil presiden yang kami pandang pas dalam mendampingi Ganjar Pranowo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Menkeu Purbaya merombak DJP usai lonjakan restitusi pajak. Ini daftar pejabat baru dan alasan di balik kebijakan tersebut.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.