BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Bank Diminta Tak Naikkan Bunga Kredit
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Bakal calon Presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan datang ke Ancol untuk menonton Formula E Jakarta 2023, sabtu (3/6/2023). JIBI/Bisnis- Nabil syarifudi Alfaruq
Harianjogja.com, JAKARTA—Tren penurunan elektabilitas calon presiden atau capresnya, Anies Baswedan direspons oleh Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP). Salah satunya dengan menyandingkan Anies dengan Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Tiga partai politik (parpol) pendukung pencapresan Anies Baswedan yaitu Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan segera melakukan konsolidasi nasional.
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menilai penurunan elektabilitas Anies karena kurangnya konsolidasi antara parpol pendukung. Mereka, lanjutnya, belum cukup menyosialisasikan Anies ke berbagai daerah di Indonesia.
BACA JUGA: Anies Ungkap Materi Pembahasan saat Bertemu Ganjar di Tanah Suci
"Padahal koalisi sudah terbentuk tapi konsolidasi belum terbentuk. Nah ini menjadi salah satu penyebab, tadi ditanyakan, elektabilitas [Anies] semakin menurun," jelas Ali di NasDem Tower, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (13/7/2023).
Dia menjelaskan, NasDem saat ini sedang fokus ingin menggelar konsolidasi internal terlebih dahulu. Oleh sebab itu, lanjutnya, NasDem akan menggelar Apel Siaga Perubahan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (16/7/2023).
Setelah itu, barulah NasDem akan melakukan konsolidasi dengan Demokrat dan PKS. Ali menyatakan partai koalisi akan segera membawa keliling Anies ke seluruh penjuru Indonesia.
"Setelah konsolidasi internal ini mari kita duduk bersama dengan partai koalisi untuk melakukan konsolidasi secara nasional ke seluruh daerah memperkenalkan Mas Anies," ungkapnya.
Sebagai informasi, survei calon presiden terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo bersaing ketat, sementara Anies Baswedan tertinggal cukup jauh.
Survei LSI ini menanyakan kepada responden siapa bakal calon presiden yang akan dipilih apabila pemilih presiden diadakan sekarang. Hasilnya dalam simulasi 19 nama, Prabowo ada di peringkat pertama dengan 25,3 persen.
Ganjar memepet tipis di peringkat kedua dengan 25,1 persen. Sementara Anies berada di peringkat ketiga dengan 15,4 persen.
Jika dibandingkan dengan hasil survei LSI pada April 2023 atau tiga bulan lalu maka pada survei pada Juli 2023 terlihat tren positif elektabilitas Prabowo (naik 5,5 persen) dan Ganjar (naik 5,3 persen). Sedangkan Anies tren elektabilitasnya malah negatif (turun 3,9 persen).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp81.300 per kg berdasarkan data PIHPS Bank Indonesia, Senin (25/5/2026)
Kemenkes mencatat 1.443 kasus pemasungan penderita skizofrenia hingga triwulan I 2026 dan mendorong penguatan layanan jiwa
PLN UID Sumut memastikan pasokan listrik untuk 4,87 juta pelanggan kembali normal usai blackout di Sumatra Bagian Utara.
Nilai tukar rupiah menguat ke Rp17.696 per dolar AS seiring optimisme perdamaian AS-Iran dan turunnya harga minyak dunia.