Sidang Pengalihan Perusahaan di Bantul, Tergugat Sampaikan Jawaban
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
Jajaran KPU Jogja saat memusnahkan pamflet sosialisasi yang salah cetak pada Rabu (2/8/2023) di Kantor KPU DIY. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja salah mencetak informasi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 pada pamflet sosialisasi. Ada dua parpol yang terdapat kesalahan desain yakni Partai Ummat dan PDIP.
Kesalahan cetak pada Partai Ummat terletak pada nomor urut. Mestinya parpol berlambang bintang itu bernomor urut 24 tapi dicetak menjadi Nomor 18. Kemudian PDIP yang mestinya kepanjangan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dicetak Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia.
"Kami sudah sosialisasi dan klarifikasi terkait salah cetak desain pamflet itu dan jadi evaluasi internal kami," kata Ketua KPU Jogja Hidayat Widodo, Kamis (3/8/2023).
Pamflet yang sudah dicetak itu rencananya akan disebar ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 14 wilayah dan dijatah 100 setiap kecamatan. Total ada 249 pamflet yang sudah disebarkan ke lima kecamatan dan langsung ditarik oleh KPU Jogja.
"Kami dapat masukan dari peserta Pemilu dan masyarakat, langsung kami tarik dan kami mohon maaf itu bagian dari kekhilafan desain kami. Semuanya sudah kami musnahkan dengan mesin pencacah ada 3.500 yang kami cetak," ujarnya.
Ke depan pamflet yang salah itu akan dicetak ulang dengan memperhatikan anggaran yang tersedia. "Kami lihat dari anggaran yang ada untuk cetak ulang dengan jumlah yang sama. Yang sudah terlanjur dicetak untuk menutupi dan sudah kami desain ulang," katanya.
BACA JUGA: Awas! Marak Penipuan Modus Salah Transfer, Ini Tips Mencegahnya
Sekretaris DPW Partai Ummat DIY, Iriawan Argo Widodo mengatakan, kesalahan yang terjadi itu dianggapnya fatal dan berpotensi merugikan parpolnya yang berstatus pendatang baru. Selain itu juga membingungkan publik.
"Kesalahan ini berpotensi merugikan kami, karena akan membingungkan publik. Kami sebagai partai baru tentu perlu mensosialisasikan itu tidak hanya nama dan lambang partai, tapi juga nomor urut untuk memudahkan masyarakat," kata Argo.
Ia menjelaskan bahwa, kesalahan itu ditemukan oleh kadernya di Kemantren Danurejan di sela kegiatan kampung. Merasa ada kekeliruan fatal di nomor urut Partai Ummat yang bersangkutan lantas melaporkannya kepada DPD Partai Ummat Kota Jogja.
"Kami sampaikan ke KPU dan terkonfirmasi pamflet itu benar-benar dari KPU Kota Jogja. Bahkan selebaran itu sudah diedarkan ke beberapa kemantren seperti Danurejan, Mantrijeron, Tegalejo, hingga Umbulharjo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
Lansia berusia 70 tahun ditemukan meninggal di hotel kawasan Parangtritis, Bantul. Polisi menyebut tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Daftar laptop baterai paling awet versi CNET: HP OmniBook 3 16 rekor 34 jam! Persaingan ketat antara Qualcomm, Intel, dan Apple. Simak selengkapnya di sini.
Perdebatan mengenai sponsor ARTJOG ramai bergulir di media sosial menjelang pembukaan pameran pada 19 Juni 2026 lalu. Warganet menyebut lebaran seni ini mulai k
Kasus Kanye West dengan mantan asisten Lauren Pisciotta berakhir damai. Kesepakatan dicapai 23 Juli 2026, namun isi penyelesaian dirahasiakan. Kanye tetap gelar
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan