Telkomsel Luncurkan Halo Optima, Kuota Internet Capai 2.000 GB
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB, layanan digital, roaming, serta benefit tambahan dalam satu paket.
Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan industri kreatif yang semakin kompetitif. Kegiatan diselenggarakan pada Minggu (19/7/2026)./ Ist
MAGELANG — Kelompok Industri Fashion SAETA Magelang mengikuti pelatihan pengembangan produk Ecotik (Ecoprint Batik) dan manajemen keuangan sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan industri kreatif yang semakin kompetitif. Kegiatan yang diselenggarakan pada Minggu (19/7/2026) tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan memperkuat kapasitas pelaku usaha, baik dalam inovasi produk maupun pengelolaan bisnis yang berkelanjutan.
Pelatihan menghadirkan materi mengenai pengembangan produk fesyen berbasis konsep ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah dan material tekstil menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan Ecotik diharapkan mampu mendorong pelaku industri fesyen menghasilkan produk yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan.
Selain pengembangan produk, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai manajemen keuangan usaha. Materi yang diberikan meliputi pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan sederhana, pengelolaan arus kas, perhitungan harga pokok produksi, hingga strategi pengelolaan laba. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola usahanya secara profesional dan mengambil keputusan bisnis berdasarkan kondisi keuangan yang akurat.
Pada sesi terakhir, peserta memperoleh sosialisasi mengenai kekayaan intelektual (KI). Narasumber menjelaskan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual untuk menjaga karya cipta sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kreatif. Sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong para pelaku UMKM memahami pentingnya perlindungan hukum atas ide dan inovasi yang dihasilkan.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga difasilitasi untuk mendaftarkan hak cipta motif Ecotik dengan nama VITARA SAETA ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Ketua Tim Pelaksana kegiatan, Dr. Sri Dwi Ari Ambarwati, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara tertib dan berkelanjutan.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota Kelompok Industri Fashion SAETA mampu menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki identitas yang kuat, serta didukung dengan pengelolaan keuangan yang sehat sehingga mampu meningkatkan daya saing di pasar," ujarnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar teknik pengembangan produk Ecotik, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pengelolaan modal usaha. Peserta juga mengikuti praktik penyusunan pencatatan keuangan sederhana yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Kelompok Industri Fashion SAETA untuk terus berinovasi dan memperkuat kemandirian usaha. Dengan kemampuan menghasilkan produk yang kreatif serta didukung sistem manajemen keuangan yang baik, pelaku industri fesyen lokal diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Magelang.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam membangun ekosistem industri kreatif yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan lahir lebih banyak pelaku usaha yang adaptif terhadap perubahan pasar serta mampu menciptakan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN "Veteran" Yogyakarta. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel meluncurkan Halo Optima dengan kuota hingga 2.000 GB, layanan digital, roaming, serta benefit tambahan dalam satu paket.
Kulonprogo menyiapkan Raperbup untuk memperkuat verifikasi data warga miskin hingga tingkat kalurahan agar bantuan lebih tepat sasaran.
Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah mempercepat verifikasi dan validasi sekitar 24.000 bangunan Koperasi Merah Putih.
Kemkomdigi menyebut Telegram dan Pinterest masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan penilaian mandiri yang telah diverifikasi.
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.