Kulon Progo Perkuat Layanan Informasi Pemerintah yang Adaptif dan Responsif
Pemkab Kulon Progo memperkuat koordinasi kehumasan 46 OPD untuk mewujudkan layanan informasi publik yang transparan, adaptif, responsif, dan mudah diakses masya
Suasana pelaksanaan sosialisasi Pendidikan politik bagi pemilih pemula yang berlangsung di Balai Dikmen Gunungkidul di Kalurahan Logandeng, Playen, Senin (14/9/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pelajar di Gunungkidul yang masuk kategori pemilih pemula didorong untuk lebih melek politik dan memahami etika berdemokrasi. Edukasi politik dinilai penting agar generasi muda tidak sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga mampu memahami calon dan ikut mengawal proses kebijakan publik.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar Kesbangpol DIY di Balai Pendidikan Menengah DIY di Kalurahan Logandeng, Playen, Senin (14/9/2026). Kegiatan ini melibatkan puluhan pelajar dari perwakilan SMA dan sederajat di Bumi Handayani.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol DIY, Aris Pramono, mengatakan pendidikan politik tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan DPRD dan KPU DIY. Sosialisasi serupa juga diselenggarakan di seluruh wilayah DIY dengan sasaran masyarakat dari berbagai kelompok.
“Kegiatan dilaksanakan di seluruh DIY. Untuk sasaran sosialisasi mulai dari kelompok disabilitas, perempuan hingga pemilih pemula seperti yang terselenggara di Gunungkidul,” katanya di sela-sela acara, Senin siang.
Pemilih Pemula Perlu Pahami Politik
Aris menjelaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai politik sesuai sistem demokrasi yang dianut Indonesia. Melalui pendidikan politik, peserta diharapkan memiliki kesadaran berpolitik sekaligus memahami etika dalam menjalankan kehidupan demokrasi.
Menurutnya, pendidikan politik tetap perlu digencarkan meski pelaksanaan pemilu masih lama. Sosialisasi sejak dini diharapkan membuat masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki bekal yang cukup ketika nantinya menggunakan hak politiknya.
“Pemilu masih lama, tapi sosialisasi terus digencarkan. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman ke masyarakat mengenai Pendidikan politik, khususnya bagi anak-anak muda,” katanya.
Tenaga Ahli Fraksi PKS DPRD DIY, Sudarmanto, menyampaikan hal senada. Ia menilai pelajar sebagai bagian dari generasi muda sekaligus calon pemimpin bangsa perlu memiliki pemahaman mengenai politik.
“Dengan mengerti politik, maka generasi muda dapat menyalurkan hak pilihnya saat pemilihan dilaksanakan,” katanya.
Sudarmanto menambahkan keberadaan pemilih pemula memiliki posisi penting dalam proses demokrasi. Kelompok tersebut tidak semata-mata menjadi sasaran untuk mendulang suara, tetapi juga dapat memberikan sumbangsih dalam proses penetapan kebijakan publik.
“Makanya harus melek politik sehingga bisa paham mengenai calon-calon yang akan dipilih,” katanya.
Pemilu sebagai Bentuk Musyawarah
Anggota KPU DIY, M Zaenuri Ikhsan, mengatakan pendidikan politik bagi pemilih pemula sangat penting karena pemilu merupakan praktik musyawarah besar sebagaimana tertuang dalam sila keempat Pancasila.
Menurut dia, proses pengambilan keputusan dalam kehidupan bernegara tidak dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung. Karena itu, masyarakat memilih wakil yang akan menjalankan mandat dalam pemerintahan, baik sebagai presiden, kepala daerah, maupun anggota DPR, DPRD dan DPD.
“Makanya pemilu digelar. Inilah kenapa Negara Indonesia berbentuk republik karena memiliki arti kembali ke rakyat sesuai dengan prinsip dalam demokrasi,” katanya.
Ikhsan menilai sosialisasi politik kepada pemilih pemula juga penting karena keterlibatan mereka dalam pemilihan menjadi salah satu bentuk representasi generasi muda. Apalagi, kelompok pemuda memiliki kreativitas dan gagasan segar yang dapat memberikan warna dalam proses demokrasi.
Partisipasi generasi muda, lanjutnya, juga diharapkan dapat mencegah munculnya sikap apatis terhadap politik sekaligus memperkuat kontrol publik. Dengan pemahaman yang baik, pemilih pemula dapat berperan dalam membangun demokrasi yang sehat.
“Tentunya dengan partisipasi anak-anak muda bisa menjadi teladan dalam demokrasi yang sehat dan terpenting menentukan masa depan bangsa,” katanya.(Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulon Progo memperkuat koordinasi kehumasan 46 OPD untuk mewujudkan layanan informasi publik yang transparan, adaptif, responsif, dan mudah diakses masya
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk 5 rute dengan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.