BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Bank Diminta Tak Naikkan Bunga Kredit
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Bakal calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan menyampaikan pidato politik pada Apel Siaga Perubahan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (16/7/2023). Kegiatan yang dihadiri ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem tersebut beragendakan orasi politik dan konsolidasi internal partai. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz
Harianjogja.com, JAKARTA—Sosok siapa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan belum juga jelas. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan menduga Partai NasDem tidak setuju cawapres untuk Anies Baswedan segera dideklarasikan karena adanya tekanan dari pihak luar.
Sebagai informasi, Demokrat, NasDem, dan PKS sudah mengusung Anies sebagai calon presiden. Meski demikian jelang dua bulan pembukaan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), belum jelas siapa cawapres pendamping Anies di ajang Pilpres 2024.
"Nah apakah koalisinya mendapatkan tekanan atau mendapatkan semacam isyarat bahwa jangan berpasangan dengan siapa pun. Nah itu yang membuat NasDem belum setuju deklarasi, bahkan mengatakan menunda sampai last minute [menit-menit akhir]," jelas Syarief ditemui usai acara Merajut Persatuan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (24/8/2023) malam.
Padahal, lanjutnya, ketiga partai politik pendukung sudah memberi tahu wewenang ke Anies untuk jadi tentukan cawapresnya. Dia pun mendorong Anies agar segera deklarasi tanpa menunda lagi.
Baca juga: Musyawarah Pengadaan Lahan Tambahan Tol Jogja-Bawen Ditarget Rampung September
"Artinya kan tiga partai koalisi ini sudah sepakat untuk koalisi, dan cawapresnya diserahkan pada Anies. Nah Anies harus segera men-declare [deklarasi] siapa cawapresnya, jangan ditunda-tunda lagi," ujar Syarief.
Wakil Ketua MPR ini menjelaskan, pihaknya takut Anies dan koalisi kehilangan momentum karena tak kunjung deklarasi cawapres. Menurutnya, elektabilitas Anies yang belakangan terus berada di peringkat ketiga menunjukkan kejenuhan masyarakat karena ketidakjelasan sosok cawapresnya.
"Kita lihat elektabilitasnya Anies sudah mulai tergerus kan. Nah itu salah satu bukti bahwa tidak ada deklarasi yang jelas," kata Syarief.
Sebagai informasi, pihak NasDem memang kerap meminta kolega koalisi tak mendorong Anies untuk segera mendeklarasikan cawapres. Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali misalnya, yang merasa tak ada urgensi segera deklarasi cawapres Anies. "Jadi kami berharap partai yang tergabung dalam koalisi ini kita tidak mendesak-desak Anies Rasyid Baswedan untuk mengumumkan cawapresnya atau buru-buru," ujar Ali di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BI Rate naik jadi 5,25%. BI minta bank tak naikkan bunga kredit, likuiditas dijamin longgar lewat pembelian SBN.
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.