Revisi Aturan Outsourcing Rampung, Ini Pekerjaan yang Diizinkan
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono bertemu saat pemakaman Ani Yudhoyoni di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Minggu (2/6/2019)./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Hubungan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri sudah lebih dari satu dekade mengalami pasang surut.
Hubungan kedua petinggi partai tersebut mendapat sorotan jelang pemilu, termasuk Pemilu 2024 ini yang memunculkan wacana rekonsiliasi dari kedua mantan presiden RI itu
Partai Demokrat angkat bicara mengenai wacana rekonsiliasi antara SBY dengan Megawati Soekarnoputri menjelang Pilpres 2024.
Herman Khaeron selaku Ketua DPP Partai Demokrat mengakui bahwa hal tersebut telah menjadi pembahasan di internal partai, dan pihaknya tengah mengatur pertemuan antara dua mantan presiden itu.
"Ya, rencana [pertemuan] itu ada. Gagasannya sudah ada," katanya dalam acara HUT ke-22 Partai Demokrat di Jakarta Pusat pada Sabtu (9/9/2023).
Kesempatan ini menurutnya turut menjadi harapan bagi banyak masyarakat Indonesia, mengingat hubungan kurang harmonis antara keduanya pada masa lalu.
"Kalau memang terjadi rekonsiliasi antara Pak SBY dengan Bu Mega, tentu ini harapan seluruh rakyat Indonesia juga," lanjutnya.
BACA JUGA: Demokrat Dianggap Terlalu Reaktif terhadap Dinamika Pilpres
Hal serupa disampaikan Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra.
Dia mengatakan bahwa Demokrat sangat menginginkan adanya pertemuan itu, meskipun cenderung tak ingin diburu-buru.
"Ya tentu, kita ingin lah ada pertemuan itu. Tetapi bagaimanapun itu biarlah berproses, jangan didesak, jangan diburu-buru. Kedua-duanya tokoh bangsa," katanya dalam kesempatan yang sama.
Pertemuan antara SBY dan Megawati akan memberikan dampak pada masyarakat Indonesia hingga pelosok negeri.
Menurutnya, masing-masing tokoh sudah bisa banyak memberikan kebijakan dan kebijaksanaan bahkan sebelum bertemu.
"Apalagi kalau keduanya ketemu, bisa memberi sinyal-sinyal lain. Tetapi, menurut kami biarkan berjalan alami dan berproses apa adanya," pungkasnya.
Sumber: Bisnis.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.