Estafet Kirab Pemilu 2024 Tiba di Kabupaten Sleman, Begini Penampakannya

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Jum'at, 13 Oktober 2023 18:47 WIB
Estafet Kirab Pemilu 2024 Tiba di Kabupaten Sleman, Begini Penampakannya

Suasana serah terima kirab pemilu 2024 di Pendopo Parasamya Sleman pada Jumat (13/10/2023)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah melewati sejumlah Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, estafet kirab pemilu 2024 kini sampai di Sleman. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Ahmad Shidqi menjelaskan kirab pemilu 2024 dimulai dari tujuh titik. Dari Sumatera, Kalimantan, Aceh, Papua, Maluku dan masih banyak lagi. Setelah melewati beberapa kota di Jawa Tengah, rombongan kirab kini masuk ke Sleman. 

"Dari beberapa titik ini kemudian berkirab kemudian menuju beberapa daerah dan hari ini sampai salah satunya di Kabupaten Sleman," jelas Ahmad pada Jumat (13/10/2023).

Mengusung tema Pemilu Sebagai Sarana Integrasi Bangsa, kirab pemilu telah diselenggarakan sejak Februari lalu. "Kirab ini memang dilaksanakan oleh KPU dalam rangka satu tahun menjelang pemungutan suara," ungkapnya.

BACA JUGA: KPU DIY Cermati Bacaleg Berstatus ASN, TNI dan Polri
 
Selain bakal diserah terimakan dari KPU Klaten ke KPU Sleman, kirab pemilu di Sleman akan diisi dengan serangkaian kegiatan sosialisasi selama enam hari. Setelahnya, estafet kirab akan diserahkan bergantian ke KPU Jogjakarta, KPU Bantul, lalu KPU Kulonprogo sebelum akhirnya nanti bendera kirab akan diserahkan ke KPU Tasikmalaya. 

"Tujuan kirab ini setidaknya ada tiga, pertama kirab ini dalam rangka merangkai, menjahit, merajut kebhinekaan Indonesia dalam pelaksanaan Pemilu," ungkapnya. 

Selain itu kirab pemilu ini lanjut Ahmad juga bertujuan untuk pelaksanaan sosialisasi. Karenanya setelah serah terima, selama enam hari KPU akan menggelar sosialisasi di seluruh kecamatan.

"Yang ketiga tujuan dari kirab ini sebenarnya adalah bagaimana mengekspresikan, menyambut pemilu ini dengan suasana yang gembira," tandasnya. 

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi menjelaskan ada dua hal yang perlu ditanamkan dalam sosialisasi kirab pemilu. Pertama, ikhwal pemilu yang menjadi sarana integrasi bangsa. "Ini perlu kita tanamkan dalam diri kita," ujarnya. 

Sementara aspek yang kedua yakni pemilu yang dirajut dengan kebahagiaan. "Mari kita menjalani pemilu ini sampai dengan katakanlah 14 Februari pemungutan besok 2024, kita tanamkan dalam diri kita penuh dengan kegembiraan," ungkapnya. (Catur Dwi Janati)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online