Bagaimana Visi Misi Capres 2024 terhadap Perekonomian Tanah Air? Begini Detailnya

Akbar Evandio
Akbar Evandio Jum'at, 20 Oktober 2023 16:57 WIB
Bagaimana Visi Misi Capres 2024 terhadap Perekonomian Tanah Air? Begini Detailnya

Ilustrasi politik (Freepik)

Harianjogja.com, JAKARTA—KPU resmi menerima pendaftaran diri calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Pendaftaran yang dibuka sejak Kamis (19/10/2023) itu pun telah disandangi oleh dua pasangan calon (paslon) yakni dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan koalisi PDIP, Ganjar Pranowo-Mahfud. 

Kedua paslon tersebut juga sudah mencantumkan visi dan misi mereka dalam berkas pendaftaran pemilihan presiden (pilpres) 2024 kepada KPU.

Pasangan Anies-Imin (AMIN)

Pasangan AMIN mengusung visi Indonesia Adil Makmur untuk Semua, sedangkan untuk pasangan Ganjar-Mahfud mengusung visi Menuju Indonesia Unggul dan Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari

Menilik visi Anies-Muhaimin dari sisi ekonomi, paslon ini lebih berfokus terhadap pemerataan ekonomi yang dijabarkan melalui sejumlah upaya yang ingin diraih, seperti menerapkan upah minimum yang adil dan sesuai dengan kondisi daerah tanpa memberatkan para pemberi kerja. 

AMIN juga ingin menjalankan berbagai kombinasi kebijakan untuk menurunkan tingkat ketimpangan pengeluaran (indeks Gini) dari 0,388 pada 2023 menjadi 0,36-0,37 pada 2029. 

Mewujudkan alokasi APBN yang lebih mencerminkan upaya mengurangi kemiskinan dan ketimpangan ekonomi dan ewujudkan kota-kota unggulan sebagai pusat pertumbuhan untuk menekan ketimpangan antar kawasan juga bagian dari visi yang ingin dicapai kedua pasangan ini. 

Selain itu, mereka juga ingin memperbaiki infrastruktur di daerah tertinggal untuk meningkatkan akses masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif dan memperkuat serta memeratakan literasi digital di kalangan masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan digital secara konstruktif.

Tak hanya itu, AMIN pun dalam visi ekonominya ingin menguatkan keterampilan melalui pelatihan dan pendampingan di kawasan pesisir, kepulauan, dan pedalaman untuk meningkatkan kapasitas berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif.

Serta, tertuang juga dalam visi mereka melakukan reformasi kebijakan untuk memungkinkan para pekerja informal mendapatkan akses kredit dari lembaga keuangan.

Alasan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasdem memilih visi tersebut yakni masih ada ketimpangan yang terjadi di Indonesia.

AMIN menilai bahwa kemakmuran harusnya dirasakan oleh semua warga negara dengan wujud yang merata juga disebut sebagai salah satu cara Indonesia disegani bangsa-bangsa lain. Dalam visi ini juga disebutkan, kemakmuran harus sejalan dengan pelestarian alam dan lingkungan.

"Karena alam Indonesia adalah warisan generasi masa lalu sekaligus pinjaman generasi masa depan yang harus kita rawat sebaik-baiknya," tulis dokumen visi misi AMIN yang diterima Bisnis.com (Jaringan Informasi Bisnis Indonesia/JIBI), Jumat (20/10/2023).

BACA JUGA: Relawan Jogja Deklarasikan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024

Selain itu, pasangan AMIN menyinggung kesetaraan terhadap akses layanan publik dan kebebasan berpendapat di muka umum.

Pasangan Ganjar-Mahfud

Sementara itu, paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD lebih mengawali visi yang diusung dengan jargon Menuju Indonesia Unggul: Gerak Cepat Mewujudkan Negara Maritim yang Adil dan Lestari.

Dari sisi ekonomi, keduanya menginginkan Indonesia dapat memiliki kekuatan ekonomi unggul berdaya saing yang mereka nilai telah terwujud apabila 17 juta lapangan kerja baru telah terwujud dengan memastikan penyerapan angkatan kerja baru setiap tahun dan mengurangi jumlah pengangguran hingga mencapai tingkat penyerapan tenaga kerja optimal.

Ganjar-Mahfud pun ingin memastikan alokasi kredit perbankan minimal 35% untuk koperasi, UMKM, dan perusahaan rintisan diikuti dengan pelatihan serta fasilitasi akses pasar.

Mereka juga menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% melalui strategi untuk keluar dari middle income trap secara inklusif, dengan meningkatkan peran koperasi dan UMKM, dukungan usaha baru di seluruh wilayah Indonesia, pemanfaatan infrastruktur, ekonomi digital, pengelolaan ekonomi hijau-biru, serta pertumbuhan industri manufaktur di 7,5%-8%.

Percepatan penyelesaian Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi komitmen dari paslon yang didukung oleh PDIP, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Perindo itu.

“Melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara secara bertahap hingga IKN menjadi titik keseimbangan baru keadilan pembangunan sekaligus simbol Indonesia yang futuristik,” tulis dokumen visi misi Ganjar-Mahfud yang diterima Bisnis.com.

Paslon tersebut juga memprioritaskan untuk mendorong industrialisasi 5.0 yang digerakkan oleh inovasi dan kreativitas. Mengingat, mereka meyakini Indonesia memiliki rantai pasok yang lengkap, dari mulai bahan mentah, tenaga kerja terampil dan pasar yang besar.

Hilirisasi yang merupakan program unggulan Jokowi pun tertuang dalam visi mereka, hilirisasi yang difokuskan menjalar ke ragam sektor mulai dari sumber daya alam pertambangan, perkebunan, pertanian serta perikanan dan kelautan dilakukan secara menyeluruh hingga menciptakan produk akhir bernilai tinggi dengan fondasi industri hulu dan kebijakan TKDN.

Hilirisasi difokuskan pada SDA dan mineral di mana Indonesia memiliki keunggulan komparatif untuk menciptakan keunggulan kompetitif dengan menggunakan pilihan teknologi yang berkelanjutan dengan cakupan pasar seluas-luasnya.

Selain itu, ekonomi kreatif juga menjadi bagian dari visi mereka melalui pendampingan profesional, bahan baku, teknologi, permodalan, hak cipta, pasar, koneksi industri, dan ruang publik, serta memperbanyak infrastruktur creative hub di setiap daerah.

Ganjar-Mahfud pun menegaskan akan mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah serta penguatan sistem pelayanan jasa keuangan syariah termasuk digitalisasi maupun dukungan untuk ekspansi dan keamanan industri keuangan syariah.

Secara terperinci, maksud dari "Indonesia Unggul" dalam visi misi yang diusung adalah kehendak bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi negara maju, tidak sekedar menjadi kuat, tidak sekedar berdaya saing. Namun, ada peningkatan kemajuan, kekuatan, dan daya saing yang dicapai melebihi atau melampaui apa yang dicapai oleh negara lain.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online