5 WNI dalam Misi Gaza Ditahan Israel, Ini Daftar Lengkapnya
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Megawati Soekarnopoetri - Antara -Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyampaikan saat ini kecurangan pada pesta demokrasi rakyat atau Pemilu 2024 mulai terjadi.
Oleh sebab itu, Megawati meminta kepada seluruh pihak untuk mengawal jalannya Pemilu 2024.
Di samping itu, dia juga meminta dalam serangkaian pesta demokrasi ini agar tidak ada intimidasi terhadap rakyat. "Rakyat jangan diintimidasi seperti dulu lagi, jangan biarkan kecurangan pemilu yang akhir ini terlihat sudah mulai akan terjadi lagi, gunakan hak pilihmu dengan tuntunan nurani," ujarnya di YouTube PDI Perjuangan, dikutip Minggu (12/11/2023).
Putri Presiden pertama RI itu juga menegaskan kepada semua pihak agar tidak takut untuk bersuara maupun mengemukakan pendapat selama berakar pada kehendak rakyat. Pasalnya, kedaulatan rakyat harus dijunjung tinggi melalui pemilu demokratis jujur, adil, langsung, umum bebas dan rahasia tanpa terkecuali.
"Terus kawal dan tegakan demokrasi itulah kewajiban kita sebagai warga bangsa dan bahkan menjadi keharusan setiap anak negeri dan bangsa agar tidak terjadi kesewenang-wenangan," ucap Megawati.
Adapun, menyoal putusan 90/PUU-XXI/2023. Megawati menilai hal tersebut terjadi akibat manipulasi hukum dari kekuasaan.
BACA JUGA: Ketum PDIP Megawati Merespons Keputusan MKMK, Ini Penjelasannya
Sebagaimana diketahui, polemik putusan tersebut dianggap sebagai jalan mulus putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.
Megawati mengatakan seharusnya rekayasa hukum tidak terjadi lagi di Tanah Air. Sebab, hukum seharusnya menjadi alat yang menghadirkan kebenaran dan menjadi wujud keadilan suatu negara.
"Hukum harus menjadi alat mengayomi seluruh bangsa dan negara indonesia dengan keadilan inilah kemakmuran pasti akan bisa diwujudkan," pungkas Megawati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.