Ambarrukmo Luncurkan Buku Sejarah Edisi Kedua, Rekam Jejak Lima Zaman
Merawat rekam jejak perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga era modern, Ambarrukmo Group resmi meluncurkan buku edisi kedua
DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop Penyelenggaraan Pendidikan Kader sebagai upaya memperkuat dan menyempurnakan pola kaderisasi partai. Kegiatan yang berlangsung Minggu (8/2/2026) di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY. Ist
JOGJA—DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Workshop Penyelenggaraan Pendidikan Kader sebagai upaya memperkuat dan menyempurnakan pola kaderisasi partai. Kegiatan yang berlangsung Minggu (8/2/2026) di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY ini menghadirkan sejumlah narasumber dan dibagi dalam tiga sesi pemaparan materi.
Workshop tersebut dihadiri Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat. Dalam sambutannya, Djarot menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan instrumen strategis untuk membentuk karakter partai yang berkesadaran ideologis sekaligus memiliki kemampuan pengorganisasian guna menjawab persoalan rakyat.
Menurut Djarot, kader PDI Perjuangan harus hadir dan menyatu dengan kehidupan masyarakat, terutama kelompok wong cilik. Ia menekankan bahwa kader tidak boleh berjarak dengan realitas sosial di lapangan dan harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
“Pendidikan kader harus melahirkan kader yang hidup di tengah rakyat, memahami denyut persoalan wong cilik, serta mampu berkontribusi menyelesaikan masalah. Kader PDI Perjuangan tidak boleh terpisah dari rakyatnya,” ujar Djarot.
Ia juga mengakui masih adanya persepsi di kalangan generasi muda yang memandang PDI Perjuangan sebagai partai yang kaku. Karena itu, Djarot menilai pentingnya pola komunikasi politik yang lebih adaptif agar sikap dan keputusan politik partai dapat dipahami publik secara luas.
“Pendidikan kader harus responsif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan politik, khususnya di era digital. Namun, nilai ideologis Pancasila 1 Juni dan ajaran Bung Karno harus tetap menjadi fondasi utama,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menyampaikan bahwa hasil workshop ini akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan kebijakan teknis pendidikan kader di wilayah DIY. Ia berharap setiap kader yang mengikuti proses pendidikan benar-benar siap bekerja dan berjuang bersama rakyat.
Nuryadi menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum evaluasi sekaligus penyempurnaan sistem pendidikan politik di seluruh jenjang kepartaian di DIY. Menurutnya, penguatan ideologi harus berjalan seiring dengan pemahaman sejarah perjuangan partai di daerah.
“Saya ingin nilai-nilai sejarah dan peran PDI Perjuangan di DIY tetap tertanam kuat dalam setiap proses pendidikan kader,” ujarnya.
Melalui workshop ini, DPD PDI Perjuangan DIY menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat barisan ideologis partai, sekaligus menjaga jati diri PDI Perjuangan sebagai alat perjuangan rakyat dalam membela kepentingan wong cilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Merawat rekam jejak perjalanan sejarah dari masa kolonial hingga era modern, Ambarrukmo Group resmi meluncurkan buku edisi kedua
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 22 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 22 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mengundurkan diri untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Presiden disebut menyetujui dan memintanya tetap mengawasi BGN.
Bakom menegaskan tata letak Sidang Kabinet Paripurna dirancang untuk memudahkan arahan Presiden Prabowo, bukan terkait kedudukan Wapres Gibran.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti menilai terdapat dugaan penggunaan skema safe house dalam kasus dugaan korupsi dan TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah.