Warga Diajak Melakukan Perubahan Besar dari Hal Kecil

Media Digital
Media Digital Sabtu, 26 September 2026 10:52 WIB
Warga Diajak Melakukan Perubahan Besar dari Hal Kecil

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi ’i (berdiri) menyampaikan materinya dalam bedah buku yang digelar di Joglo Tamansari, Jumat (25/9)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani

JOGJA— Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Perubahan Kecil Dampaknya Besar di Joglo Tamansari, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan budaya membaca di tengah masyarakat.

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, menuturkan sosialisasi budaya membaca melalui kegiatan bedah buku penting dilakukan karena dapat memberikan dorongan sekaligus motivasi konkret kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi diharapkan mendorong peserta melakukan hal-hal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena mendorong dan memotivasi secara konkret yang bisa ditindaklanjuti setelah acara bedah buku,” katanya, Jumat.

Dia mengatakan peningkatan budaya membaca juga dapat memberikan dampak lebih luas karena kebiasaan tersebut dapat ditularkan di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

Penulis buku Perubahan Kecil Dampaknya Besar, Mohammad Fauzil Adhim, mengatakan buku tersebut lahir dari keyakinan bahwa perubahan besar, khususnya dalam bidang pendidikan, tidak selalu harus menunggu perubahan dari orang-orang besar, sistem, kurikulum, maupun fasilitas.

“Perubahan besar kerap kali dimulai dari orang-orang biasa yang melakukan hal-hal luar biasa secara konsisten; hal-hal yang tampaknya kecil tetapi dampaknya besar,” ujarnya.

Dia mengatakan buku tersebut juga mengangkat perjuangan yang terkadang tidak terlihat atau bahkan diremehkan. Salah satunya mengenai keputusan-keputusan kecil yang diambil setiap hari serta keberanian untuk tetap memiliki harapan ketika keadaan belum menunjukkan perubahan.

Menurutnya, guru dan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan perhatian kepada anak, termasuk kepada anak yang dianggap sulit atau bermasalah.

Perhatian Sederhana

Praktisi literasi, Edy Dwi Daryapto, mencontohkan pengalaman seorang anak yang awalnya dinilai memiliki perilaku kurang baik. Perubahan mulai terlihat ketika anak tersebut mendapatkan perhatian dari orang tua dan guru.

Dia mengatakan perhatian sederhana, seperti menyapa anak pada pagi hari dan menunjukkan kepedulian, dapat memberikan dampak terhadap perkembangan anak.

“Anak seruwet apa pun masih ada harapan,” katanya.

Edy menambahkan semangat buku tersebut juga berangkat dari kegelisahan terhadap berbagai kondisi yang terjadi di masyarakat. Namun, dia mengajak masyarakat tidak berhenti pada pertanyaan mengenai keadaan yang dihadapi, melainkan mulai memikirkan hal yang dapat dilakukan untuk menciptakan perubahan.

“Jangan bertanya seperti apa keadaan kita sekarang. Tetapi mari kita bertanya apa yang bisa saya lakukan,” ujarnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, mengatakan pihaknya terus mendorong agar anak memiliki kebiasaan membaca sejak dini. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat dibangun dengan dukungan orang tua.

Dia mengatakan DPAD DIY menyediakan perpustakaan dengan koleksi buku dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperluas bahan bacaan.

“Kami desain perpustakaan itu sesuai dengan tumbuh kembang anak atau tumbuh kembang manusia. Perpustakaan kita awali dengan konsep ruang bermain,” katanya.

Menurutnya, fasilitas tersebut dirancang agar perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga ruang yang nyaman bagi anak untuk tumbuh dan mengenal buku sejak dini. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online