BEDAH BUKU: UMKM Harus Adaptif terhadap Teknologi
DPAD DIY bersama DPRD DIY mendorong penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mengembangkan potensi wisata lokal di
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman (berdiri) menyampaikan materinya dalam bedah buku yang digelar di Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Kamis (15/10)/ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
JOGJA—Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari oleh masyarakat. Setiap inovasi dapat mengubah lanskap dan dinamika perekonomian. Dengan mengikuti perkembangan teknologi serta memahami penggunaannya, masyarakat berpeluang memperoleh keuntungan. Namun, pemahaman tersebut membutuhkan pengetahuan sebagai dasar. Karena itu, masyarakat perlu terus belajar dan membaca.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mengatakan kebiasaan membaca sangat menentukan kemampuan berpikir seseorang. Kemampuan tersebut dapat membantu masyarakat memahami perkembangan teknologi digital sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul.
Menurut Budi, tantangan masyarakat pada era digital berbeda dengan masa sebelumnya. Jika dahulu masyarakat kesulitan mencari informasi, kini informasi tersedia dengan mudah melalui berbagai platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga menuntut kemampuan untuk memilah informasi yang relevan dan dapat dipercaya.
“Sekarang, ketika mencari obat melalui aplikasi, misalnya, informasi mengenai manfaat dan hal lainnya langsung muncul,” kata Budi dalam acara bedah buku berjudul UMKM Naik Kelas, dari Usaha Kecil Menuju Bisnis Berdaya Saing yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Kelurahan Patangpuluhan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Kamis (15/10).
Keunikan Produk
Sementara itu, praktisi UMKM, Farhan Acha, mendorong pelaku UMKM di DIY memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk mencari ide pengembangan produk dan mendukung strategi pemasaran.
Menurutnya, DIY memiliki potensi besar untuk mengembangkan UMKM karena didukung beragam produk lokal dan tingginya kunjungan wisatawan. Potensi tersebut perlu dikembangkan dan dipromosikan secara luas agar dapat memunculkan ide-ide menarik dalam pengembangan produk.
Selain pemanfaatan teknologi, Farhan menekankan pentingnya keunikan dan keautentikan produk. Setiap wilayah di DIY perlu mengembangkan karakter produk yang membedakannya dari daerah lain agar memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Dia mencontohkan gudeg sebagai salah satu kuliner khas yang dicari wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Menurutnya, pengalaman menikmati produk lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang berkesan.
Perwakilan penerbit, Aminuddin, mendorong pelaku UMKM di Kota Jogja mengembangkan usaha berbasis jasa pariwisata. Potensi tersebut antara lain jasa pemandu wisata, penerjemah, serta layanan yang mengangkat pengetahuan dan keunikan masyarakat lokal.
“Kita perlu menggali apa keunikan yang dimiliki masyarakat lokal,” kata Aminuddin.
Dia menambahkan, penguatan identitas produk melalui branding perlu disertai dengan pengelolaan usaha yang baik. Pelaku UMKM perlu memahami pengemasan produk, strategi pemasaran, manajemen usaha, hingga pengelolaan keuntungan agar bisnis dapat berkembang secara profesional.
Pelatihan praktis juga diperlukan agar pelaku usaha mampu memanfaatkan media sosial, seperti Facebook dan TikTok, untuk memperluas jangkauan pemasaran. Pendampingan secara berkelanjutan perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pemerintah daerah.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, menyampaikan kemampuan membaca menjadi penting karena turut menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat. Dia mencontohkan Vietnam yang mengalami pertumbuhan ekonomi, salah satunya didukung oleh tingkat literasi masyarakat.
Melalui penguatan literasi, kemampuan menyaring informasi, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan keunikan produk dan jasa lokal, UMKM di DIY diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memaksimalkan peluang ekonomi dari sektor pariwisata. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY bersama DPRD DIY mendorong penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mengembangkan potensi wisata lokal di
Mentan Amran meninjau pengembangan benih Gamagora 7, kedelai, dan kakao di PIAT UGM. Kementan menyiapkan kerja sama lanjutan pada 2027.
Bahlil Lahadalia menyebut CNG berpotensi lebih murah 30%-40% dari LPG. Pemerintah menargetkan CNG 3 kg mulai diterapkan pada 2027.
Garuda Indonesia mengalihkan rute dan menyesuaikan jadwal penerbangan ke Jeddah akibat situasi Timur Tengah. Rute Madinah tetap normal.
BMKG memprakirakan hujan di sejumlah kota besar Indonesia. DIY diprediksi cerah dengan suhu Sleman dan Jogja mencapai 35 derajat Celsius.
Lisandro Martinez meminta maaf setelah mengkritik manajemen Manchester United. MU dikabarkan tetap akan menjatuhkan denda kepada sang bek.