Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulonprogo untuk Indonesia

Media Digital
Media Digital Kamis, 15 Oktober 2026 19:32 WIB
Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulonprogo untuk Indonesia

Bupati Agung Setyawan dan Wakil Bupati Ambar Purwoko./ Istimewa

KULONPROGO - Kabupaten Kulon Progo tepat berusia 75 tahun pada 15 Oktober 2026. Usia tersebut menandai perjalanan Kulon Progo sebagai daerah yang terus berupaya meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Peringatan Hari Jadi ke-75 Kulon Progo mengusung tema Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia. Tema tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendorong pembangunan daerah, mulai dari perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di tengah efisiensi anggaran hingga upaya menghadirkan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit di wilayah utara.

Bupati Kulon Progo, DR. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., mengungkapkan Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar untuk pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah utara Kulon Progo.

Sementara itu, di sektor infrastruktur, Pemkab Kulon Progo aktif mengusulkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik. Salah satunya melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) dari Kementerian Pekerjaan Umum yang digunakan untuk membangun Jembatan Nglinggan, akses penting menuju Pantai Trisik.

Di bidang pendidikan, Pemkab Kulon Progo mengambil langkah dengan melakukan penggabungan (regrouping) sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang kekurangan siswa. Langkah ini menjadi solusi untuk mengatasi sejumlah persoalan, mulai dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pemenuhan jam mengajar untuk tunjangan profesi guru (TPG), penataan kepala sekolah, hingga pencairan dana revitalisasi gedung sekolah.

Kolaborasi di Tengah Efisiensi

Di tengah keterbatasan fiskal dan pengetatan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan publik serta keberlanjutan program kerakyatan.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, S.M., menegaskan kebijakan efisiensi anggaran yang dijalankan pemerintah daerah tidak akan mengorbankan kepentingan dan kesejahteraan warga di seluruh wilayah Kulon Progo.

Pengetatan anggaran justru menuntut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk semakin solid, kreatif, dan disiplin dalam menentukan prioritas pembangunan.

"Anggaran boleh semakin efisien, tetapi keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh berkurang," ujar Ambar.

Menurut Ambar, momentum Hari Jadi ke-75 menjadi ajang konsolidasi seluruh elemen daerah. Tema Satu Jiwa, Satu Rasa, dari Kulon Progo untuk Indonesia mencerminkan semangat bahwa kemajuan Kulon Progo harus dibangun bersama-sama.

"Kita harus saling menyatu dengan semuanya, termasuk dengan masyarakat harus dekat tanpa perbedaan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Masyarakat, dunia usaha, akademisi, generasi muda, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen daerah harus berjalan dalam satu semangat dan satu tujuan," kata Ambar. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online