Bank Kulonprogo Salurkan Kredit Rp420 Miliar, Dukung Pengembangan UMKM

Media Digital
Media Digital Kamis, 15 Oktober 2026 11:42 WIB
Bank Kulonprogo Salurkan Kredit Rp420 Miliar, Dukung Pengembangan UMKM

Pelatihan UMKM yang dilakukan Bank Kulon Progo, belum lama ini. Pelatihan digelar untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan ekonomi./ Ist

KULONPROGO—Sebagai lembaga intermediasi keuangan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo, PT BPR Bank Kulon Progo (Perseroda) terus berkomitmen menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan penyaluran kredit atau Kredit yang Diberikan (KYD) sekitar Rp420 miliar, Bank Kulon Progo mendukung permodalan pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, peternakan, industri rumah tangga, hingga usaha produktif lainnya di Bumi Binangun.

“Bagi kami, setiap pembiayaan bukan sekadar angka, melainkan bagian dari upaya membuka peluang usaha, memperkuat ekonomi keluarga, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan roda perekonomian daerah,” ujar Direktur Utama PT BPR Bank Kulon Progo (Perseroda), Joko Purnomo, Rabu (14/10).

Salah satu program layanan Bank Kulon Progo yang dapat diakses masyarakat adalah Kredit Super Mikro Istimewa Kulon Progo (SUPER KeRISKu). Melalui program ini, Bank Kulon Progo menghadirkan solusi pembiayaan bagi pelaku usaha mikro yang ingin mengembangkan usahanya secara produktif dan berkelanjutan.

Dengan bunga ringan setara 0,5% flat per bulan, plafon kredit hingga Rp100 juta, dan tenor hingga 84 bulan sesuai ketentuan produk, SUPER KeRISKu dirancang untuk memperluas akses permodalan agar UMKM semakin berdaya, mandiri, dan mampu naik kelas.

Selain itu, Bank Kulon Progo juga menawarkan Kredit Merapi untuk memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha sesuai kebutuhan serta kelayakan usaha.

“Pembiayaan yang tepat diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas produksi, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlangsungan usaha,” ucap Joko.

Komitmen Bank Kulon Progo tidak berhenti pada penyaluran kredit. Melalui kegiatan Gebrak Pasar, pelatihan bagi UMKM, edukasi keuangan, dan kegiatan penghimpunan dana (funding), Bank Kulon Progo terus mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenali kebutuhan pelaku usaha, memperluas promosi produk lokal, meningkatkan pemahaman keuangan, serta membangun hubungan yang lebih erat dengan nasabah dan calon nasabah.

“Kami percaya bahwa UMKM yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar modal. Mereka juga membutuhkan pendampingan, akses pasar, literasi keuangan, dan kesempatan untuk terus berkembang,” kata Joko.

Budaya Menabung

Sebagai lembaga intermediasi keuangan, Bank Kulon Progo juga mengajak masyarakat membangun budaya menabung sebagai fondasi kemandirian ekonomi keluarga.

“Melalui Tabungan Binangun, Deposito Binangun, dan Simpanan Pelajar (SimPel), kami mendorong kebiasaan mengelola keuangan secara bijak, menyiapkan kebutuhan masa depan, dan menanamkan nilai disiplin menabung sejak usia dini,” ujar Joko.

Dana yang dihimpun dari masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung fungsi intermediasi perbankan. Dalam menjalankan kegiatan tersebut, Bank Kulon Progo tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas kredit, serta ketentuan yang berlaku. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online