BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca

Media Digital
Media Digital Kamis, 24 September 2026 05:02 WIB
BEDAH BUKU: Genjot Kualitas SDM dengan Membaca

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i (berdiri), memaparkan materi terkait dengan pentingnya budaya membaca dalam bedah buku yang digelar di Aula Panti Putra Islam Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (23/9/2026)./ Harian Jogja/Stefani Yulindrian

JOGJA—DPRD DIY mendorong kegiatan literasi tidak berhenti pada peningkatan minat baca, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga membuka peluang masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak.

Atas dasar itu, DPRD DIY bersama Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Aula Panti Putra Islam Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (23/9/2026).

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, mengatakan budaya membaca dapat memberikan dampak positif terhadap proses pendidikan, khususnya bagi generasi muda. Menurut dia, kebiasaan membaca dapat mendukung masyarakat dalam menempuh pendidikan mulai dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

“Bedah buku ini akan memotivasi masyarakat untuk lebih cinta kepada buku, cinta untuk membaca. Dampaknya tentu akan lebih besar terutama bagi generasi muda,” katanya di sela-sela kegiatan.

Dia mengatakan peningkatan kualitas pendidikan melalui budaya literasi diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tetapi juga dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Harapannya kita tidak hanya tinggi dari sisi IPM secara angka saja, tapi betul-betul punya dampak langsung kepada masyarakat di bawah,” ujarnya.

Syafi’i mengatakan semakin tinggi pendidikan yang ditempuh masyarakat dapat membuka kesempatan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dengan penghasilan yang lebih baik. Menurut dia, hal tersebut berkaitan dengan upaya mengatasi persoalan kemiskinan yang masih menjadi salah satu persoalan besar di DIY.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiono, mengatakan kegiatan literasi perlu dilanjutkan dengan tindakan setelah masyarakat membaca sebuah buku. Menurut dia, DPAD DIY memiliki semangat “Ayo Membaca, Ayo Berkarya”.

Dia mengatakan aktivitas literasi semestinya tidak berhenti pada upaya memperoleh pengetahuan, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan atau menghasilkan karya.

Budiono menyebut koleksi perpustakaan DPAD DIY mencapai sekitar 450.000 judul dalam bentuk buku fisik maupun digital yang dapat diakses masyarakat.

“Perpustakaan kini tidak semata-mata menjadi tempat penyimpanan buku. Perpustakaan perlu dibuat nyaman dan menarik agar masyarakat terdorong datang sebelum kemudian membaca,” ucap dia.

Sejarah Jogja

Sementara itu, penulis buku Merakit Ayodya, Nasrul Khoiri, mengatakan buku tersebut menyajikan berbagai pandangan mengenai kehidupan Jogja. Pembahasannya mencakup sejarah, seni dan budaya, pendidikan, kesehatan, tata kota, lingkungan, agama, ekonomi, politik, pariwisata, persoalan sosial hingga tata krama.

“Buku ini berangkat dari sejarah Jogja yang memiliki cita-cita menjadi wilayah yang membawa kemakmuran dan kedamaian. Berbagai perkembangan Jogja kemudian dirangkum melalui sejumlah tulisan yang menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat hingga saat ini,” katanya.

Praktisi, Bambang Anjar Jalumurti, mengatakan budaya membaca perlu terus dibangun di masyarakat. Menurut dia, kebiasaan membaca dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup.

“Melalui budaya membaca, kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online