Pasarkan Produk Usaha, Warga Diminta Maksimalkan Teknologi

Media Digital
Media Digital Kamis, 22 Oktober 2026 08:02 WIB
Pasarkan Produk Usaha, Warga Diminta Maksimalkan Teknologi

Anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro (berdiri) memaparkan materinya dalam bedah buku yang digelar di Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, Rabu (21/10). Harian Jogja/Yosef Leon

BANTUL – Warga Padukuhan Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, didorong memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Pemasaran secara daring dapat menjadi peluang bagi warga untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengeluarkan modal besar.

Hal itu disampaikan anggota DPRD DIY, Nur Subiyantoro, dalam kegiatan bedah buku berjudul Panduan Bisnis Online di Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, Rabu (21/10/2026). Kegiatan tersebut diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.

Nur mengatakan masyarakat tidak harus menguasai teknologi yang rumit untuk mulai memasarkan produk melalui internet. Pemanfaatan ponsel dan media sosial secara sederhana dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan usaha.

Dia mencontohkan pemasaran hasil pertanian melalui Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dilakukan petani di Imogiri. Petani membawa hasil panen singkong mereka untuk dipasarkan secara daring. Produk tersebut disebut habis terjual dalam waktu sekitar dua jam.

“Yang penting punya nilai lebih. Produk yang tidak banyak tersedia di pasaran juga bisa punya nilai ekonomis,” ujarnya.

Ketua Komisi C DPRD DIY itu menilai potensi usaha masyarakat tidak terbatas pada produk yang sudah populer. Komoditas lokal yang mulai jarang ditemukan, seperti gembili dan gadung, juga berpeluang dipasarkan secara daring selama memiliki konsumen.

“Pola ini bisa diterapkan masyarakat dengan memanfaatkan status WhatsApp untuk menawarkan hasil kebun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan informasi singkat dari media sosial. Kebiasaan membaca buku diperlukan untuk memperluas pengetahuan sekaligus membantu masyarakat memilah informasi yang benar.

“Dengan membaca buku, kita bisa berdialog dengan penulis buku itu untuk memahami isi pikirannya dan kemudian diterapkan,” kata Zulfa.

Perubahan Pola Belanja

Editor buku Panduan Bisnis Online, Mgr. Sinomba Rambe, menjelaskan perkembangan teknologi telah mengubah pola belanja masyarakat. Jika sebelumnya pembeli harus mendatangi pasar, kini berbagai produk dapat diperoleh melalui ponsel.

Menurut dia, pelaku usaha perlu menentukan produk yang akan dijual, mengenali kebutuhan pasar, menghitung modal dan biaya operasional, serta memilih platform penjualan yang sesuai. Aspek pengemasan, pembayaran, dan pengiriman juga perlu dipersiapkan agar usaha dapat berjalan dengan baik.

Praktisi Guntur Yudhianto menilai perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan secara produktif. Masyarakat dapat memulai usaha sebagai penjual maupun dropshipper tanpa harus memiliki stok barang sendiri.

Dia berharap potensi pertanian Kalidadap dapat dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki identitas dan daya saing melalui pemasaran digital. Dengan demikian, produk lokal diharapkan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online