Lewat Buku, UMKM Selopamioro Didorong Naik Kelas

Media Digital
Media Digital Kamis, 22 Oktober 2026 07:02 WIB
Lewat Buku, UMKM Selopamioro Didorong Naik Kelas

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro (berdiri) menyampaikan materinya dalam bedah buku yang digelar di Kalidadap 2, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Rabu (21/10)./ Harian Jogja - Kiki Luqman

BANTUL – Penguatan literasi menjadi salah satu upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing. Melalui pengetahuan tentang pengelolaan usaha hingga pemasaran digital, pelaku UMKM diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan bedah buku yang diinisiasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Kalidadap 2, Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Rabu (21/10/2026). Buku yang dibedah berjudul UMKM Naik Kelas: Dari Bisnis Usaha Kecil Menuju Daya Saing.

Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan bagi pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan memiliki daya saing.

“Pelaku UMKM perlu terus belajar dan menambah wawasan agar mampu mengembangkan usahanya. Melalui kegiatan bedah buku ini, masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas pemasaran, dan memperkuat ekonomi keluarga,” kata Nur, Rabu.

Menurut dia, pengembangan UMKM perlu didukung kemauan untuk terus berinovasi dan memanfaatkan peluang yang tersedia. Potensi usaha di wilayah setempat diharapkan dapat dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, mengatakan kegiatan bedah buku merupakan bagian dari upaya mendekatkan budaya baca kepada masyarakat. Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga membuka akses terhadap pengetahuan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan.

“Melalui kegiatan bedah buku, kami ingin mendorong masyarakat agar menjadikan membaca sebagai kebutuhan. Buku memberikan banyak pengetahuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi pelaku UMKM yang ingin meningkatkan kemampuan dan mengembangkan usahanya,” ujar Budiyono.

Dia berharap kegiatan serupa dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya literasi dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan kewirausahaan.

Praktisi, Guntur Yudhianto, mengatakan kegiatan bedah buku rutin dilakukan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Pelaku UMKM bisa menaikkan keterampilan lewat bedah dan baca buku seperti yang saat ini diselenggarakan,” ujarnya.

Menurut Guntur, keterampilan pemasaran menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pelaku UMKM, terutama di era digital. Pemanfaatan media sosial dapat membantu memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

“Di era digital ini, ibu-ibu dan bapak-bapak membutuhkan keterampilan baru untuk memasarkan produknya di media sosial. Salah satu cara meningkatkan keterampilan itu melalui membaca buku,” katanya.

Dia menambahkan, penguatan UMKM penting untuk mendukung perekonomian masyarakat. Potensi industri lokal, termasuk usaha berbahan gadung di wilayah setempat, dapat dikembangkan untuk memberikan nilai tambah ekonomi.

Kenali Kemampuan Diri

Penulis buku, Tri Darmini, membahas pentingnya mengenali kemampuan diri sebelum memulai usaha. Menurut dia, calon pelaku usaha tidak cukup hanya memikirkan modal, tetapi juga perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Dalam sesi diskusi, Tri mengajak peserta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi ketika hendak membuka usaha. Modal menjadi salah satu persoalan yang muncul dalam pembahasan. Namun, calon pengusaha juga perlu memahami kemampuan yang dapat menjadi keunggulan dalam menjalankan bisnis.

Dia mencontohkan, seseorang yang ingin membuka usaha makanan atau jajanan perlu mengenali keterampilannya dalam membuat produk. Setelah itu, calon pengusaha dapat memetakan kekurangan, seperti keterbatasan modal dan kemampuan promosi, untuk menentukan langkah perbaikan.

“Harus dianalisis, itu kalau secara teori,” ujar Tri saat menjelaskan pentingnya menganalisis kelebihan dan kekurangan sebelum membuka usaha.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan dari buku untuk menyusun langkah pengembangan usaha secara lebih terarah sekaligus meningkatkan daya saing UMKM lokal. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online