Masyarakat Diajak Berpikir Kritis dengan Membaca Buku

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jum'at, 09 Oktober 2026 07:02 WIB
Masyarakat Diajak Berpikir Kritis dengan Membaca Buku

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman (tengah) memaparkan materinya dalam Bedah buku bertajuk 1001 Tanya Wakil Rakyat yang digelar di Balai Rukun Kampung Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Kamis (8/10). / Harian Jogja - Stefani

JOGJA — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY mendorong peningkatan budaya membaca masyarakat melalui kegiatan bedah buku. Kegiatan yang digelar di Balai Rukun Kampung Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Kamis (8/10/2026), tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat literasi sekaligus membiasakan masyarakat berpikir kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Dalam bedah buku berjudul 1001 Tanya Wakil Rakyat tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mengatakan kebiasaan membaca penting untuk membentuk pola pikir masyarakat agar lebih sistematis. Menurutnya, membaca tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami isi buku, tetapi juga memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan terbiasa membaca, kami juga terbiasa berpikir secara sistematis. Bukan hanya dalam membaca, tetapi nanti terbiasa dalam kehidupan sehari-hari, dalam mengambil keputusan dan tindakan,” katanya.

Menurut Budi, budaya membaca semakin penting di tengah perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Jika dahulu masyarakat menghadapi keterbatasan akses terhadap buku, koran, dan majalah, kini informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui ponsel. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru.

Masyarakat kini dibanjiri informasi yang belum tentu seluruhnya benar. Karena itu, kemampuan memilah dan memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting.

“Kalau tidak hati-hati, yang kita baca itu bisa membentuk persepsi kita. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana kita bisa memfilter informasi,” ujarnya.

Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiono, mengatakan peningkatan budaya membaca perlu terus didorong melalui berbagai kegiatan yang mendekatkan masyarakat dengan buku.

“Kebiasaan membaca menjadi salah satu fondasi untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan bedah buku tersebut, DPAD DIY berharap masyarakat semakin terbiasa membaca dan menjadikan buku sebagai salah satu sumber untuk memperluas pengetahuan. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar.

Penyampaian Aspirasi

Sementara itu, penulis buku 1001 Tanya Wakil Rakyat, Farhan Acha, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan peran wakil rakyat. Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang tersedia.

“Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi melalui mekanisme yang tersedia,” katanya.

Praktisi literasi, M. Andri Perdana, menambahkan literasi masyarakat juga berkaitan dengan kemampuan warga memahami proses politik dan mengawasi kinerja wakil rakyat.

“Partisipasi masyarakat tidak berhenti pada penggunaan hak pilih dalam pemilu, tetapi berlanjut melalui pengawasan terhadap pelaksanaan tugas anggota dewan,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online