Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen bagi Para Jobseeker

Media Digital
Media Digital Rabu, 21 Oktober 2026 20:32 WIB
Penting! Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen bagi Para Jobseeker

Tips Menghindari Penipuan Berkedok Rekrutmen bagi Para Jobseeker./ Ist

JAKARTA– Di era digital, informasi menyebar dengan cepat, mudah, dan masif. Salah satu informasi yang paling menarik perhatian masyarakat adalah lowongan pekerjaan. Namun, di balik kemudahan tersebut, risiko terjebak penipuan berkedok rekrutmen juga semakin tinggi. Oknum tidak bertanggung jawab bahkan tidak segan menggunakan identitas figur publik hingga perusahaan besar untuk mengincar data pribadi atau uang korban.

Menanggapi maraknya penipuan berkedok rekrutmen, Direktur Human Capital PT Pegadaian, Tribuana Tunggadewi, membagikan tips agar para jobseeker tidak mudah teperdaya oleh rekrutmen palsu, khususnya yang mengatasnamakan Pegadaian.

"Modus penipuan rekrutmen saat ini kian beragam. Salah satu yang paling sering dijumpai adalah pengiriman surat panggilan wawancara di kantor Pegadaian yang mewajibkan pelamar membeli tiket transportasi atau akomodasi melalui agen travel tertentu dengan iming-iming penggantian biaya (reimbursement), hingga pendaftaran wawancara daring melalui aplikasi rapat daring yang meminta transfer sejumlah uang. Kami tegaskan bahwa PT Pegadaian (Persero) tidak pernah memungut biaya apa pun selama proses seleksi, tidak pernah bekerja sama dengan agen travel mana pun, dan tidak pernah membebankan biaya akomodasi kepada calon pelamar," tegas Dewi.

Dewi menambahkan, para jobseeker dapat memperoleh informasi rekrutmen melalui kanal resmi Pegadaian, yakni situs web pegadaian.co.id, LinkedIn PT Pegadaian, dan akun Instagram @pegadaian_id.

Agar tetap aman dalam mencari pekerjaan, berikut sejumlah tips untuk mengidentifikasi dan menghindari penipuan berkedok rekrutmen.

1. Periksa sumber informasi

Perusahaan profesional akan mengumumkan informasi rekrutmen melalui situs web dan media sosial resmi. Begitu pula melalui surat elektronik (email), perusahaan umumnya menggunakan domain resmi, seperti hrd@[namaperusahaan].co.id. Pastikan informasi yang diterima sesuai dengan pengumuman di kanal resmi perusahaan.

2. Abaikan permintaan pembayaran

Proses rekrutmen yang sah umumnya tidak memungut biaya apa pun dari pelamar. Penipu kerap menggunakan modus biaya pemesanan tiket pesawat atau hotel melalui agen travel fiktif, bahkan menjanjikan penggantian biaya (reimbursement). Jangan mentransfer uang jika diminta membayar biaya yang dikaitkan dengan proses seleksi.

3. Perhatikan kualitas penulisan dan dokumen

Surat panggilan kerja dari perusahaan profesional umumnya disusun dengan tata bahasa yang rapi dan informasi yang jelas. Waspadai pengumuman rekrutmen yang memuat banyak kesalahan ketik (typo), penggunaan tanda baca atau huruf kapital secara berlebihan, serta format surat yang buram atau tampak seperti hasil tempelan maupun fotokopi.

Perhatikan pula penggunaan foto perusahaan dengan seragam yang sudah tidak digunakan dan penempatan logo yang tidak wajar, misalnya menggunakan logo lama, warna yang berbeda, atau ukuran yang tidak sesuai dengan identitas resmi perusahaan.

4. Periksa lokasi dan kontak perusahaan

Penipu sering menggunakan alamat kantor yang tidak jelas atau fiktif. Gunakan Google Maps untuk memverifikasi alamat yang tercantum. Periksa pula nomor kontak melalui aplikasi pemeriksa nomor telepon untuk mengetahui apakah nomor tersebut terindikasi digunakan dalam penipuan. Jika ragu, konfirmasikan informasi melalui kontak resmi perusahaan.

5. Jangan tergiur tawaran gaji yang tidak masuk akal

Waspadai lowongan yang menawarkan gaji jauh di atas rata-rata pasar untuk posisi yang mensyaratkan pengalaman minimal. Penipu kerap menggunakan tawaran penghasilan besar untuk memancing korban agar mengabaikan kewaspadaan.

6. Waspadai proses rekrutmen yang terlalu cepat

Rekrutmen di perusahaan profesional umumnya melibatkan beberapa tahapan seleksi sesuai kebutuhan perusahaan. Tahapan tersebut dapat meliputi seleksi administrasi, tes kemampuan teknis, psikotes, Leaderless Group Discussion (LGD), wawancara, hingga tes kesehatan. Karena itu, waspadai proses seleksi yang tidak wajar atau menjanjikan penerimaan secara instan tanpa tahapan yang jelas.

Jika menemukan kejanggalan dalam informasi maupun proses rekrutmen, calon pelamar perlu meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari penipuan. Untuk mengonfirmasi informasi rekrutmen mencurigakan yang mengatasnamakan Pegadaian, masyarakat dapat menghubungi kanal informasi dan pengaduan resmi Pegadaian melalui Call Center 1500-569 atau WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1-1500569.(Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online