Digitalisasi Bantu Ibu Kembangkan Usaha dari Rumah

Media Digital
Media Digital Sabtu, 17 Oktober 2026 08:02 WIB
Digitalisasi Bantu Ibu Kembangkan Usaha dari Rumah

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, menyampaikan materi tentang dinamika sektor UMKM di Ndalem Yudonegaran, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, Jumat (16/10)./ Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono

JOGJA-Digitalisasi membuka peluang bagi ibu rumah tangga untuk mengembangkan usaha dari rumah sekaligus menambah penghasilan keluarga. Pemanfaatan media sosial, lokapasar, dan pembayaran digital dapat membantu pelaku usaha rumahan memperluas pasar tanpa harus membuka toko fisik.

Hal tersebut dibahas dalam bedah buku berjudul Pemasaran Digital, Ekonomi Kreatif Ibu Rumah Tangga yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY di Ndalem Yudonegaran, Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondokusuman, Kota Jogja, Jumat (16/10).

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mengatakan digitalisasi berperan penting dalam memudahkan masyarakat mengakses informasi. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memilah dan memverifikasi informasi agar pelaku usaha tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang keliru.

Informasi merupakan unsur penting dalam pengelolaan berbagai hal, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perubahan cara masyarakat mengakses informasi terlihat dari pergeseran metode konvensional, seperti membuat kliping di sekolah, menuju pencarian melalui internet dan media sosial.

Masyarakat cenderung memilih cara praktis untuk memperoleh informasi. Melalui internet, informasi yang dibutuhkan dapat ditemukan dengan cepat tanpa harus mengumpulkan bahan secara manual.

Meski demikian, Budi mengingatkan masyarakat agar tidak menerima informasi secara mentah. Saat ini, siapa pun dapat membuat dan menyebarkan informasi sehingga kemampuan memeriksa kebenarannya menjadi penting. Hal ini juga berlaku bagi pelaku UMKM dalam menentukan langkah pengembangan usaha.

Dia menilai membaca buku dapat membantu pelaku UMKM membangun pola pikir kritis secara sistematis. Dengan demikian, mereka dapat memahami dan menyelesaikan berbagai persoalan usaha.

Peran Ganda

Perwakilan penerbit, Umi Latifah, mengatakan ibu rumah tangga memiliki peran ganda, yakni mengurus rumah tangga sekaligus membantu perekonomian keluarga. Kewirausahaan dapat menjadi salah satu cara bagi ibu rumah tangga untuk memperoleh penghasilan tanpa harus bekerja di kantor.

Namun, usaha yang dijalankan secara konvensional memiliki keterbatasan dari sisi biaya dan jangkauan pemasaran. Karena itu, pelaku usaha perlu memanfaatkan teknologi digital agar produk mereka dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

“Digital bukan hanya WhatsApp atau Facebook, tetapi cara berpikir dan bersikap juga harus digital. Bisnis harus hadir secara daring,” kata Umi.

Umi menambahkan, pengembangan usaha perlu dimulai dengan memahami produk yang ditawarkan dan kebutuhan pasar. Setelah itu, pelaku usaha dapat menyusun strategi promosi melalui berbagai platform digital.

Sementara itu, praktisi UMKM, Farhan Acha, menjelaskan digitalisasi memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk melalui berbagai kanal, mulai dari WhatsApp Business, Instagram, TikTok, hingga lokapasar.

Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk menerima pembayaran digital. Selain pemasaran, digitalisasi dapat diterapkan dalam pencatatan keuangan dan pengelolaan stok melalui aplikasi.

Konten berupa video pendek, foto produk, dan siaran langsung juga dapat dimanfaatkan untuk menarik konsumen.

Meski demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi sejumlah kendala, seperti permodalan, pemasaran, mutu produk, legalitas, dan pengelolaan keuangan. Berbagai persoalan tersebut dapat menghambat pertumbuhan usaha apabila tidak ditangani dengan baik.

Untuk mendorong UMKM naik kelas, pelaku usaha didorong memperkuat pemasaran digital melalui pembuatan konten, pemanfaatan lokapasar, dan peningkatan kualitas foto produk.

Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono, menyampaikan Perpustakaan Provinsi DIY terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin meminjam buku atau mencari informasi yang dibutuhkan.

“Perpustakaan saat ini sudah menjadi semacam tempat rekreasi,” kata Budiyono.

Menurut dia, perpustakaan menyediakan sudut-sudut ruang yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pembaca. Tersedia pula layanan interaktif dan rekreatif, seperti Bioskop 6D.

Dia mengajak masyarakat menjadikan Grhatama Pustaka sebagai tempat rekreasi sekaligus belajar. (ADV)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online