BSI Perkuat Wakaf Produktif, Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari (ketiga kanan) bersama PP Muhammadiyah menunjukkan berkas kerja sama tentang Penyelenggaraan Caturdarma Perguruan Tinggi dan Optimalisasi Program JKN, Kamis (15/10)./ Istimewa
JAKARTA—BPJS Kesehatan bersama Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkomitmen memperkuat penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di lingkungan pendidikan tinggi.
Penguatan Program JKN membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia yang unggul.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari, mengatakan BPJS Kesehatan dan perguruan tinggi di lingkungan Muhammadiyah akan memperkuat pelaksanaan Caturdarma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah Islam. Kerja sama tersebut sekaligus memperluas kolaborasi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Pelaksanaannya dituangkan dalam berbagai program yang ada di perguruan tinggi dan memberikan manfaat nyata. Misalnya, program magang bagi mahasiswa, penelitian bersama, kuliah umum, pengembangan kurikulum hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan bentuk kerja sama akademik lainnya,” ujarnya seusai penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang Penyelenggaraan Caturdarma Perguruan Tinggi dan Optimalisasi Program JKN, Kamis (15/10).
Penandatanganan tersebut turut dihadiri anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Sunarto, serta anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional, Agus Taufiqurrohman.
Vetty meyakini penguatan literasi jaminan sosial perlu dimulai dari lingkungan akademik. Ketika mahasiswa memahami filosofi, tata kelola, dan manfaat sistem jaminan sosial kesehatan secara komprehensif, mereka tidak hanya menjadi peserta Program JKN, tetapi juga dapat berperan sebagai agen perubahan yang menyebarluaskan pemahaman tersebut kepada masyarakat.
“Perguruan tinggi berperan strategis terhadap penguatan Program JKN dalam jangka panjang. Tidak hanya melahirkan lulusan yang terampil, namun juga menjadi pusat pendidikan sehingga generasi muda memiliki pemahaman terhadap jaminan kesehatan secara utuh dan menyeluruh,” kata Vetty.
Melalui implementasi kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual, tetapi juga memahami secara langsung peran Program JKN dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bambang Setiaji, menyambut baik kerja sama tersebut. Integrasi materi mengenai Program JKN diharapkan memberikan dampak positif terhadap penyelenggaraan pendidikan di perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.
“Majelis ini mengoordinasi 165 perguruan tinggi, ada satu yang berada di Malaysia, sehingga 164 ada di dalam negeri. Dengan kerja sama ini kami berharap dapat menguatkan kedua belah pihak dan menjadi barokah untuk semua,” ujarnya.
Perubahan Mindset
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Andie Megantara, mengatakan kerja sama tersebut memiliki peran penting karena dapat menjangkau 165 perguruan tinggi sekaligus. Menurutnya, edukasi, peningkatan literasi, dan perubahan pola pikir masyarakat sangat tepat dilakukan melalui lingkungan perguruan tinggi.
“Kita bisa membangun banyak hal bersama-sama, mulai dari edukasi dan penguatan literasi jaminan sosial. Terima kasih kepada Muhammadiyah telah menjadi mitra bagi BPJS Kesehatan dan penggiat jaminan sosial lainnya supaya ada pemahaman yang lebih baik pada masyarakat. Jaminan kesehatan itu penting agar ketika sakit kita punya perlindungan dan terhindar dari risiko ekonomi,” ucapnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
ATM Emas Bank Mandiri tersedia di KC Yogyakarta Sudirman. Nasabah dapat mencetak saldo emas digital menjadi emas fisik 1, 5, dan 10 gram.
Putri Kusuma Wardani kalah 17-21, 16-21 dari Wang Zhi Yi pada perempat final Denmark Open 2026. Indonesia tanpa wakil di tunggal putri.
PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) menyiapkan pembangunan hotel baru di Jogja pada 2027 dan penambahan outlet restoran, seiring kenaikan saham 16,13% dalam setahun.
Jean-Paul van Gastel memahami desakan #VanGastelOut setelah PSIM Jogja kalah empat kali beruntun dan hanya mengoleksi satu poin dari lima laga.
BPJS Kesehatan dan Muhammadiyah bekerja sama memperkuat Program JKN melalui edukasi, penelitian, magang, dan peningkatan literasi jaminan sosial di 165 pergurua