BEDAH BUKU: Dorong Literasi, Tingkatkan Kualitas SDM

Media Digital
Media Digital Kamis, 01 Oktober 2026 08:02 WIB
BEDAH BUKU: Dorong Literasi, Tingkatkan Kualitas SDM

Masyarakat menyimak paparan materi dari narasumber dalam bedah buku Merakit Ayodya yang digelar DPAD DIY dan DPRD DIY di Balai Muslimin, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (30/9).

JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Balai Muslimin, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendorong budaya membaca sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi’i, mengatakan budaya literasi perlu terus didorong di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan bedah buku dapat menjadi sarana konkret untuk menumbuhkan minat membaca sekaligus memotivasi masyarakat mengembangkan pengetahuan.

“Sosialisasi budaya membaca melalui bedah buku sangat penting. Karena memberi dorongan dan motivasi dalam bentuk konkret yang bisa ditindaklanjuti setelah acara bedah buku,” ucapnya saat menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut, Rabu.

Dia berharap peningkatan budaya membaca tidak berhenti pada kegiatan bedah buku, tetapi dapat berkembang di lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat secara luas. Menurut Syafi’i, peningkatan literasi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Peningkatan budaya membaca memberi dampak pada pembudayaan serupa di lingkungan keluarga, sekolah dan juga masyarakat secara luas,” ujarnya.

Penulis buku Merakit Ayodya, Nasrul Khoiri, menyoroti hubungan antara kualitas pembangunan manusia dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Jogja.

Dia menyebut Kota Jogja memiliki capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi. Berdasarkan data BPS 2023, IPM Kota Jogja mencapai 88,61 atau meningkat 0,61 poin dibandingkan 2022.

Capaian tersebut menempatkan Jogja sebagai daerah dengan IPM tertinggi secara nasional dan telah bertahan selama 13 tahun sejak 2009.

Menurut Nasrul, tingginya IPM menunjukkan konsistensi Jogja dalam meningkatkan kualitas hidup dan pembangunan manusia. Namun, capaian tersebut perlu diimbangi dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Dia juga menyoroti meningkatnya jumlah lansia sebagai salah satu konsekuensi dari peningkatan usia harapan hidup. Kondisi tersebut turut menambah tanggung jawab pemerintah dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, sosial, dan ekonomi lansia.

“Raperda Kesejahteraan Lansia harus mampu memastikan kebutuhan dasar lansia seperti kesehatan, kebahagiaan, biaya hidup tetap memadai di tengah kemampuan bekerja lansia yang akan semakin menurun,” katanya.

Nasrul menilai peningkatan IPM perlu diikuti dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak, kesenjangan ekonomi berpotensi semakin melebar.

Sementara itu, praktisi, Basuki AR, mengatakan peningkatan kualitas SDM dapat dilakukan salah satunya melalui penguatan literasi masyarakat.

“Kebiasaan membaca buku dapat mendorong kreativitas dan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan berbagai gagasan,” katanya.

Adapun Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Muhammad Hadi Pranoto, mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan budaya membaca.

“Peningkatan literasi membaca diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (Advertorial)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online