Hindari Jebakan Psikologis Judol dengan Membaca
Fenomena keterpaparan masyarakat terhadap praktik judi online (judol) kini semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi terbatas pada kalangan atau gender tertentu
Penulis buku Dibalik Layar Judi Online; Fakta, Risiko dan Realita, Wahyu Wibowo (berdiri) memaparkan materinya saat bedah buku di Padukuhan Cumetuk, Kamis (24/9)../ Harian Jogja - Khairul Ma'arif
KULONPROGO—Praktik judi online (judol) di Indonesia dinilai kian merajalela. Dengan jumlah pengguna yang diperkirakan hampir setara dengan total populasi penduduk serta lonjakan frekuensi transaksi yang masif, masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi kelompok yang dinilai paling rentan terjerumus.
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Di Balik Layar Judi Online; Fakta, Risiko dan Realita di Padukuhan Cumetuk, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Kamis (24/9).
Selain mengedukasi masyarakat mengenai bahaya judol, kegiatan tersebut juga menjadi ajang sosialisasi budaya baca agar literasi masyarakat semakin baik.
Praktisi, Septi Nur Wulan Mulatmi, menyoroti kelompok masyarakat menengah ke bawah dengan kondisi ekonomi sulit yang dinilai menjadi target utama pengembang platform judol. Manipulasi psikologis berupa iming-iming kemenangan semu secara bertahap membuat korban terus tergiur.
“Penggunanya sudah sangat banyak, perputaran dan jumlah transaksinya naik tinggi. Yang disasar umumnya masyarakat menengah ke bawah karena tekanan ekonomi. Di balik itu, ada manipulasi psikologis berupa harapan palsu untuk menang cepat,” ujar Septi seusai bedah buku.
Kegiatan bedah buku tersebut dapat terealisasi atas sinergi DPAD DIY bersama DPRD DIY untuk terus menyebarkan budaya baca langsung di tengah masyarakat. Bedah buku juga menyasar masyarakat umum dan diselenggarakan hingga tingkat padukuhan.
Pustakawan Ahli Madya DPAD DIY, Hadi Pranoto, menjelaskan rendahnya tingkat literasi masyarakat menjadi salah satu celah yang dapat dimanfaatkan dalam maraknya jeratan judi online.
Promosi yang dikemas dengan bahasa clickbait sering kali mengecoh masyarakat yang kurang kritis saat berselancar di media digital.
“Masyarakat yang paling mudah terjebak biasanya memiliki tingkat literasi yang masih rendah. Iklan-iklan promosi judol sering muncul secara tiba-tiba dengan kalimat yang memikat dan menjebak. Karena budaya baca dan daya kritis kita masih menjadi PR, banyak yang akhirnya terjerumus, baik sengaja maupun tidak,” kata Hadi.
Dia menambahkan program seperti safari bedah buku yang gencar dilaksanakan DPAD DIY di berbagai titik bertujuan meningkatkan minat baca sekaligus pemahaman kritis masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membentengi warga dari berbagai tawaran manipulatif di dunia maya.
Sementara itu, penulis buku Di Balik Layar Judi Online; Fakta, Risiko dan Realita, Wahyu Wibowo, menekankan bahaya judi online dari sisi psikologis. Menurutnya, sensasi dan dorongan dopamin dari perjudian dapat menciptakan efek kecanduan yang sulit diputus.
“Sangat penting untuk tidak pernah mencoba atau sekadar penasaran dengan hal-hal yang terlihat menarik di awal. Begitu seseorang tergoda dan terjebak, dorongan dopamin membuat mereka sulit berhenti hingga akhirnya berada di titik kritis, seperti jeratan utang yang menumpuk,” kata Wahyu.
Wahyu mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip pencegahan daripada pengobatan. Menurutnya, menghentikan kecanduan judol jauh lebih sulit dibandingkan membentengi diri sejak awal dengan memilah informasi serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. (Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena keterpaparan masyarakat terhadap praktik judi online (judol) kini semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi terbatas pada kalangan atau gender tertentu
Debut Juergen Klopp bersama Timnas Jerman berakhir imbang 1-1 melawan Belanda. Gakpo mencetak gol injury time, sementara Portugal dan Norwegia menang.
Aprilia Racing tak menerapkan team orders selama Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih punya peluang matematis juara MotoGP 2026.
Malware RatHat menyamar sebagai aplikasi populer dan mengeksploitasi aksesibilitas Android. Malware ini dapat mencuri password, PIN, dan kode OTP.
ADB menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Vietnam 2026 menjadi 7,8%. Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,2%. Ini faktor pendorongnya.
MotoGP memperpanjang kontrak dengan Algarve International Circuit hingga 2029. GP Portugal 2026 digelar 20–22 November di Portimao.ss