Kunjungan Wisata ke Jogja Harus Membawa Manfaat bagi Warga Sekitar
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Bedah buku./ Istimewa
JOGJA—Tingginya kunjungan wisatawan ke Jogja harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Aktivitas pariwisata diharapkan tidak berhenti pada ramainya hotel, jalanan, dan destinasi wisata, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi kepada warga lokal.
Hal tersebut dibahas dalam bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY di Balai Warga Sutodirjan, Gedongtengen, Kamis (24/9).
Perwakilan Penerbit Best, Siti Nur Azizah, menjelaskan Jogja merupakan kota yang ramah wisata. Saat jumlah kunjungan meningkat, idealnya kesejahteraan masyarakat sekitar juga ikut terdongkrak.
Menurutnya, orang yang datang berwisata ke Jogja biasanya dianggap memiliki banyak uang. Mereka menginap di hotel, menggunakan kendaraan wisata, dan berbelanja. Saat musim liburan tiba, jalanan menjadi macet, bus-bus besar berdatangan, tempat parkir penuh, hotel juga penuh, dan kawasan Malioboro menjadi sangat ramai.
“Nah, yang menjadi pertanyaan, ketika banyak wisatawan datang dan mengeluarkan uang di Jogja, apakah uang tersebut juga ikut masuk ke kantong masyarakat sekitar?” ujarnya.
Dia berharap tingginya kunjungan wisatawan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat setempat. Azizah mengatakan pariwisata harus mampu menggerakkan ekonomi, membuka peluang usaha, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Harus muncul lapangan kerja yang banyak ketika pariwisata meningkat,” jelasnya.
Dorong Budaya Membaca
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mengatakan kegiatan bedah buku seperti ini perlu terus didorong untuk membudayakan kegiatan membaca karena budaya membaca masyarakat saat ini masih lemah.
Menurutnya, dengan membiasakan budaya membaca, literasi masyarakat akan meningkat. Bertambahnya wawasan membuat masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh informasi yang tidak benar.
“Kalau hari ini tantangannya adalah dibanjiri oleh informasi sehingga sangat mudah mendapatkan informasi,” jelasnya.
Dia menceritakan, dahulu untuk mendapatkan informasi tidak mudah. Masyarakat harus mencari buku dengan membeli atau meminjam, serta mencari koran dengan membeli atau membaca di mading.
Sementara itu, praktisi pariwisata, M. Andri Perdana, menyampaikan bahwa ekosistem pariwisata yang ada saat ini belum tentu memberikan manfaat yang cukup bagi masyarakat.
Menurutnya, meski sebutan Jogja sebagai kota pariwisata mengemuka, hal tersebut belum tentu menjadikan masyarakat Jogja otomatis lebih sejahtera.
“Pariwisata sebenarnya bukan hanya tentang banyaknya wisatawan yang datang, yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, jika pariwisata berkembang dan jumlah wisatawan meningkat, tetapi masyarakat di sekitarnya tidak ikut merasakan manfaatnya, berarti ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
“Bagaimana pariwisata bisa menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.”
Pustakawan Ahli Muda DPAD DIY, Fajar Nugraha, mengatakan buku berjudul Ragam Wisata di Jogja dan UMKM dipilih sebagai buku yang dibedah karena sesuai dengan Jogja yang dikenal sebagai daerah wisata sekaligus memiliki banyak UMKM.
Dia mengatakan bedah buku tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Dia berharap buku yang telah dibagikan dapat dibaca di rumah sehingga mengajak anggota keluarga lain untuk senang membaca. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Ragam Wisata di Jogja dan UMKM membahas pentingnya pariwisata berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal serta mendorong budaya membaca.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik tujuh peringkat ke posisi 16 setelah meraih emas pertama dari bulu tangkis beregu putra.
Portugal menang 1-0 atas Wales di UEFA Nations League. Gol tunggal Joao Felix, sementara gol Cristiano Ronaldo dianulir VAR karena offside.
Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga perdana Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Simak kondisi tim, rekor pertemuan, dan prediksi skor.
Prakiraan cuaca BMKG DIY Jumat 25 September 2026: Kota Jogja diprediksi cerah dengan suhu maksimum mencapai 34 derajat Celsius.
Fenomena keterpaparan masyarakat terhadap praktik judi online (judol) kini semakin mengkhawatirkan. Tidak lagi terbatas pada kalangan atau gender tertentu