Survei Segara Research: 73,8% Ojol Gabung karena Tak Dapat Kerja Formal
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Nusron Wahid mengatakan bahwa kecurangan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 belum bisa dibuktikan. Sebab masa kampanye sampai saat ini belum dimulai.
“Pertandingan belum dimulai dan belum selesai, kita tidak bisa mengatakan dimana ada penyelewengan. Kampanye saja belum mulai,” kata Nusron dalam konferensi pers di Kantor TKN Prabowo-Gibran, Jakarta, Minggu (12/11/2023).
Dia menjelaskan bahwa berdasarkan ketetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU), masa kampanye Pemilu 2024 dimulai 28 November 2023, sehingga kecurangan yang berkaitan dengan pemilu baru bisa terjadi mulai masa kampanye.
Nusron pun meminta agar dugaan penyelewengan dan kecurangan yang dialamatkan kepada Koalisi Indonesia Maju (KIM) dibuktikan. “Kalau dikatakan sudah ada bentuk penyelewengan, ya silakan dibuktikan. Jangan membuat kabar burung,” ujarnya.
BACA JUGA: Survei Indikator: Munculnya Gibran Pengaruhi Elektabilitas Ganjar-Mahfud
Nusron menyebut TKN Prabowo Gibran tidak menggunakan aparat negara untuk memenangkan bakal pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pemilu Presiden
“Pemilu tidak boleh tercederai oleh praktik-praktik seperti adanya penyelewengan dari oknum-oknum aparat apapun. Kita semua bertekad untuk itu,” kata Nusron.
Menurut dia, TKN Koalisi Indonesia Maju (KIM) bertekad memenangkan pasangan bakal capres/cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dengan cara elegan, bermartabat, jujur, adil, dan transparan. “Kami ingin mengawal proses pemilu ini secara demokratis, secara akuntabel,” ujarnya.
Nusron mengatakan bahwa partai politik pengusung dan pendukung Prabowo-Gibran yang tergabung dalam KIM tidak terbiasa menyalahgunakan wewenang. “Pikiran saja tidak pernah, apalagi pengalaman untuk melakukan,” katanya.
Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Sufmi Dasco menegaskan bahwa pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tidak memerlukan cara curang untuk memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Hal itu menurut dia karena dari berbagai survei, elektabilitas Prabowo-Gibran sudah tinggi. “Dengan survei yang terus meningkat, tentu tidak masuk akal kalau kemudian kami merancang sistem pemenangan dengan cara-cara curang seperti itu,” kata Dasco.
Ia mengatakan sebelum berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, elektabilitas Prabowo terus meningkat karena kerja-kerja politik Ketua Umum Partai Gerindra itu dan pendekatannya kepada rakyat.
BACA JUGA: Hasil Survei Populi Center, Gibran Mampu Naikkan Popularitas dan Elektabilitas Prabowo
“Setelah berpasangan dengan Mas Gibran Rakabuming Raka, survei (elektabilitas) kedua pasangan bakal capres-cawapres ini terus meningkat. Ini membuktikan penerimaan masyarakat terhadap bakal capres/cawapres ini juga semakin membaik,” ujarnya.
Karena itu Dasco menyangkal bahwa Prabowo-Gibran dibantu oleh oknum kepolisian untuk memasang baliho di beberapa daerah. "Pada saat ini, TKN Prabowo-Gibran lebih fokus pada kerja-kerja nyata dan mendekatkan diri kepada pemilih, yaitu rakyat,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk bekerja cerdas dan cermat. “Paslon-paslon ini adalah putra-putra terbaik bangsa yang tentunya harus mengedepankan program dan berkampanye secara santun, serta memelihara suasana pemilu yang kondusif dan damai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.
Buruh masih mengawal 10 isu dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan, mulai dari upah, PHK, outsourcing hingga JKP.