Pasporia Imigrasi Kulon Progo Diserbu Pemohon di DIY Expo UMKM dan Ekosistem Haji
Layanan Pasporia Imigrasi Kulon Progo di DIY Expo 2026 ramai pemohon. Masyarakat bisa mengurus paspor sekaligus berkonsultasi.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Partai politik dengan basis massa besar di DIY, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengaku siap menjalankan kampanye secara aman dan damai.
Ketua DPD PDIP DIY, Nuryadi menyebutkan partainya merupakan salah satu peserta pemilu paling lama di Indonesia.
"Jadi kami tahu persis aturannya dan pasti tidak akan kami langgar. Semuanya harus waspada, termasuk ini kan ada panitianya dan kompetisi parpol biar partai yang main, di luar parpol, lembaga apapun sebaiknya menetralkan diri, karena kalau tidak netral yang bahaya kader kita semua merasa diapain gitu," kata dia, Senin (27/11/2023).
Pihaknya yakin bahwa kader dan semua underbow partai sudah berkomitmen dengan arahan masing-masing peninggalan partai untuk senantiasa menjaga keamanan wilayah.
"Kami yakin DIY adalah kota yang istimewa sehingga kesadaran masyarakat berpolitik pasti semakin baik. Laskar dan sayap partai itu mesin politik kami, makanya tetap akan kami ingatkan terus," ujarnya.
BACA JUGA: Gibran Jadi Panglima Pemenangan Koalisi Indonesia Maju Jateng-DIY, Begini Reaksi PDIP DIY
Ketua Bawaslu DIY Mohammad Najib mengatakan, pihaknya hanya fokus mengawasi tahapan kampanye selama penyelenggaraan itu berlangsung. Partai dan sayap partai diharapkan bisa dikondisikan oleh masing-masing partai.
"Undang-undang yang ada sekarang yang namanya pawai arak arakan itu bukan bentuk kampanye, itu dimaknai orang pergi dan pulang kampanye, tapi pergi pulangnya bersama-sama dengan yang lain," katanya.
"Kalau bersama-sama dalam jumlah yang banyak, pasti akan menggangu banyak orang ya, membuat lalu lintas macet dan sangat berpotensi terjadi tindakan melawan hukum karena orang dalam kerumunan secara sosiologis itu pasti akan condong membuat keributan karena tidak adanya kontrol," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Layanan Pasporia Imigrasi Kulon Progo di DIY Expo 2026 ramai pemohon. Masyarakat bisa mengurus paspor sekaligus berkonsultasi.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC setelah Stefan Ashkovski mendapat kartu merah. Pieter Huistra menilai insiden itu mengubah dinamika pertandingan.
Kelurahan Cokrodiningratan mengajak 60 KK mengolah sampah organik lewat budi daya manggot yang menghasilkan 50–70 kg setiap dua minggu.
DPRD DIY menyempurnakan Raperda Penanggulangan Bencana sesuai masukan Kemendagri untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.
Jogja Expo 2026 di JEC Bantul mencatat potensi perputaran ekonomi lebih dari Rp25 miliar dengan 121 tenant dan 5.382 peserta.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.