Kampanye Harus Fokus pada Isu Tantangan Indonesia ke Depan

Newswire
Newswire Kamis, 28 Desember 2023 10:37 WIB
Kampanye Harus Fokus pada Isu Tantangan Indonesia ke Depan

Wakil Presiden (Wapres) Ma\'ruf Amin (Antara)

Harianjogja.com, JAKARTA—Proses kampanye Pemilu 2024 diminta fokus pada beragam isu kunci untuk mengatasi sejumlah tantangan bangsa Indonesia. Bukan saling menjelek-jelekan pasangan calon presiden lainnya.

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin melalui Sekretariat Wakil Presiden mengatakan isu krusial yang bisa diangkat seperti masalah hak azasi manusia, demokrasi, pendidikan, hingga kemiskinan, seperti yang digelar melalui agenda debat calon presiden dan calon wakil presiden.

“Sebenarnya seperti itu yang diharapkan, ada pertanyaan kemudian dijawab, tetapi per isu saja. Misalnya isu HAM diperdebatkan berapa lama kemudian istirahat, isu demokrasi, pendidikan, kemiskinan. Saya kira begitu,” katanya dikutip Kamis (28/12/2023).

BACA JUGA: Kapolri: Selama 2023, Kasus Kejahatan di Indonesia Naik 4 Persen

Mengenai suasana debat saat ini, Wapres menuturkan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan signifikan dengan debat saat dirinya menjadi cawapres pada Pilpres sebelumnya.

Hanya saja, para pengamat menyampaikan pandangan untuk peningkatan kualitas pada debat-debat mendatang, kata Ma'ruf menambahkan.

“Dari banyak pengamat itu memang ada yang mengkritisi. Misalnya panelis tidak bisa memperdalam pertanyaan, dan sebagainya. Saya kira banyak pandangan yang ingin lebih baik lagi,” ujarnya.

Wapres Ma'ruf juga berharap semua pihak terkait, termasuk penyelenggara, pengawas, dan peserta Pemilu, terus mempertahankan integritasnya.

“Saya kira yang penting itu memang tidak ada perilaku-perilaku yang kurang demokratis, baik dari penyelenggara Pemilu, dari aparat, termasuk dari peserta Pemilu itu sendiri," katanya

Jangan ada juga perilaku yang tidak sehat, Kalau semua berjalan baik, saya kira diharapkan hasilnya juga baik,” katanya.

Wapres menyinyalir adanya gejala kampanye tidak sehat yang dibuktikan dengan adanya aduan-aduan kepada Bawaslu.

BACA JUGA: Tok! Putusan Dewas KPK, Lakukan Pelanggaran Berat, Firli Harus Mengundurkan Diri

Ia meminta Bawaslu memproses berbagai aduan yang masuk demi menjaga Pemilu berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Kalau protes-protes kan ada. Coba protes-protes itu didalami oleh Bawaslu. Jadi semua yang muncul didalami, betul apa tidak, kalau betul ditindaklanjuti oleh Bawaslu, jangan sampai tidak ditindaklanjuti. Itu kan perintah konstitusi, jadinya harus dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Wapres menegaskan bahwa peran Bawaslu sangat penting, yakni selain untuk menghindari adanya protes-protes setelah Pemilu, juga menjaga agar hasil Pemilu yang legitimate.

“Jangan ada pembiaran-pembiaran itu. Harus ditindaklanjuti, hasilnya seperti apa harus diumumkan kepada publik. Ini yang ke depan masih perlu ditingkatkan,” katanya.

Selanjutnya, kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wapres berpesan agar terus bersikap adil kepada seluruh kontestan sebagai upaya menghindari munculnya protes yang dapat berujung konflik di kemudian hari.

“Penyelenggara Pemilu harus betul-betul adil kepada semua. Jangan sampai ada yang terkesan ada yang dibedakan, sehingga muncul protes-protes,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online