Pertemuan Ganjar dengan Sultan HB X Mengandung Banyak Pesan Tersirat

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Sabtu, 30 Desember 2023 09:17 WIB
Pertemuan Ganjar dengan Sultan HB X Mengandung Banyak Pesan Tersirat

Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo ditemui seusai menghadiri Dies Natalis UGM ke-74 pada Selasa (19/12/2023)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, JOGJA–Pertemuan Sultan Hamengku Buwono X dengan Ganjar Pranowo pada Rabu (27/12/2023) kemarin mengandung banyak pesan. Pertemuan antara Raja Keraton Yogyakarta dan calon presiden (capres) itu pun memantik diskusi dan beragam tafsir.

Akademisi Universitas Widya Mataram, Fuad mengatakan, meski pernyataan resmi dari kedua belah pihak pertemuan tersebut hanya silaturahmi biasa, namun sulit untuk tidak membenarkan bahwa ada pesan yang ingin disampaikan ke publik.

Apalagi, Ganjar adalah capres pertama dan satu-satunya yang sudah ditemui Sultan HB X dalam masa tahapan pemilu kali ini. Fuad menilai, pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam di Kompleks Kepatihan itu bukan pertemuan biasa.

BACA JUGA: Ganjar Beberkan Tiga Isu yang akan Dibahas dalam Debat Ketiga

Pertemuan tersebut menurutnya adalah sowan politik yang banyak mengandung makna tersirat dan tersurat.

“Pertama, Ganjar merupakan Ketua Umum Kagama saat ini yang melanjutkan estafet kepemimpinan dari ketum umum sebelumnya yaitu Sultan Hamengku Buwono X. Kedua, kita ketahui kontribusi Ganjar dalam pembahasan sampai pengesahan UU Keistimewaan DIY yang pada saat itu merupakan wakil ketua pansus,” kata Fuad, Sabtu (30/12/2023).

Akademisi Jogja ini menyatakan, dua alasan itu sudah cukup menjelaskan bahwa secara historis kedua tokoh tersebut memiliki kedekatan dan chemistry. Banyak momentum keakraban yang terjadi di antara keduanya,

“Jadi tidak ujug-ujug karena ada event pemilu saja. Secara history, keduanya sudah mempunyai kedekatan khusus,” katanya.

Ia mengatakan, sebagai satu-satunya raja di Jawa yang punya legitimasi kekuasan sesuai UU Keistimewaan, tentu nasihat Sultan HB X sangat dibutuhkan. Sehingga wajar jika Ganjar kemudian sowan menemui Ngarso Dalem.

“Sultan merupakan tokoh bangsa dan negarawan, tentu saran dan nasihat beliau sangat dibutuhkan oleh banyak pihak, termasuk oleh Pak Ganjar. Bukanlah hal yang salah kalau kemudian Ganjar sowan ke Sultan untuk meminta restu atau kebijaksanaan beliau, mengingat Ganjar merupakan capres saat ini yang membutuhkan insentif elektoral dari masyarakat DIY secara umum,” jelasnya.

BACA JUGA: Ditemui Ganjar di Kompleks Kepatihan, Begini Penjelasan Sultan

Fuad juga mengamati pakaian yang dikenakan Ganjar saat bertemu dengan Sultan Hamengku Buwono X. Ganjar pada saat itu mengenakan kemeja batik bermotif Krisna, tokoh pewayangan Jawa yang dikenal sebagai sosok yang penuh kebijaksanaan.

“Jadi kita bisa mendeskripsikan bahwa Ganjar sebagai sosok yang bijaksana, mengahadap seorang tokoh yang bijaksana, untuk memohon kebijaksanaan terkait hajatnya saat ini. Saya kira, pertemuan itu sangat baik dan meaningfull,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Rabu (27/12/2023). Pertemuan Ganjar dengan Sultan berlangsung selama dua jam.

Ganjar datang pada pukul 16.00 WIB dengan mengenakan batik bergambar Prabu Kresna, dan berpamitan pada pukul 18.00 WIB. Ganjar mengatakan pertemuannya dengan Sultan sudah lama direncanakan, tetapi baru hari ini bisa dilaksanakan.

"Silaturahmi habis ke Solo ada acara di sini, sudah janji sama beliau mau silaturahmi baru ada kesempatan ini, hari ini ngobrol banyak," ujar Ganjar di Yogyakarta, Rabu (27/12/2023). 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online