John Herdman Bicara Kartu Merah Thom Haye Saat Lawan Malaysia
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Lembaga survei - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Lembaga survei Nusantara Strategic Network (NSN) melaporkan Partai Gerindra dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Desember 2023 mengalami kenaikan elektabilitas yang cukup signifikan. PDI Perjuangan saat ini turun di peringkat kedua.
"PDI Perjuangan turun ke peringkat kedua, tersalip oleh Gerindra yang bersama PSI mengalami penaikan elektabilitas yang cukup signifikan," kata Direktur Program NSN Huslidar Riandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (1/1/2024).
Survei elektabilitas versi NSN mencatat Gerindra meraih elektabilitas tertinggi pada bulan Desember 2023 dengan 18,8 persen, sedangkan PDI Perjuangan turun ke peringkat kedua dengan elektabilitas sebesar 16,3 persen.
Pada survei Oktober 2023 elektabilitas PDI Perjuangan mencapai 17,5 persen, sedangkan Gerindra masih 15,4 persen. Pada bulan November 2023 PDI Perjuangan mengalami penurunan menjadi 17,2 persen dan Gerindra naik menjadi 17,6 persen.
Selain Gerindra, partai lain yang mengalami penaikan elektabilitas adalah PSI. Pada bulan Oktober 2023 elektabilitas PSI baru menembus 4,%, lalu naik menjadi 5,4% pada November 2023, dan kini mencapai 6,1%.
Menurut Riandi, pudarnya pamor PDI Perjuangan terkait erat dengan perbedaan sikap antara Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam menyikapi gelaran Pilpres 2024.
Sebelumnya, PDI Perjuangan adalah partai pengusung Jokowi hingga menang dua kali pemilu, yaitu pada tahun 2014 dan 2019. Kemenangan PDI Perjuangan yang paling spektakuler tercapai pada pemilu pertama pasca-Reformasi (1999) yang mencapai lebih dari 30 persen. Berikutnya pemenang pemilu berganti-ganti, yaitu Golkar (2004) dan Demokrat (2009).
Baca Juga
Hasil Survei Terbaru, Elektabilitas Prabowo-Gibran Stabil Lebih dari 50 Persen
Menerka Peta Elektabilitas Capres-Cawapres Pascadebat
Ridwan Kamil Optimistis Elektabilitas Prabowo Naik Usai Debat Capres Ketiga
Keputusan PDI Perjuangan mengusung Jokowi alih-alih Megawati pada Pilpres 2014 mengerek peringkat partai berlambang kepala banteng itu dari posisi tiga besar menjadi pemenang pemilu. PDI Perjuangan berhasil mempertahankan posisi pada tahun 2019 sekaligus memecahkan rekor, menang berturut-turut.
PDI Perjuangan dan Gerindra pernah sama-sama menjadi oposisi selama dua periode pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kedua partai itu pula yang menaikkan karier politik Jokowi dari Solo ke panggung Ibu Kota melalui Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2012.
Koalisi keduanya pecah ketika Jokowi yang diusung PDI Perjuangan berhadapan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2014. Rivalitas keduanya terulang lagi pada tahun 2019, hingga kemudian Jokowi menawarkan rekonsiliasi dan mengajak Prabowo bergabung ke dalam pemerintahan.
Setelah sama-sama berada di dalam pemerintahan, kini hubungan antara PDI Perjuangan dan Gerindra kembali mengalami keretakan. Masing-masing mengusung pasangan calon, Jokowi yang merupakan tokoh PDI Perjuangan lebih mendukung Prabowo ketimbang Ganjar Pranowo.
Dukungan Jokowi terhadap Prabowo juga dinilai memberikan insentif elektoral bagi Gerindra, dan sebaliknya menurunkan elektabilitas PDI Perjuangan.
"Terjadi migrasi pemilih Jokowi dengan kecenderungan untuk mengalihkan suaranya kepada Gerindra sehingga elektabilitasnya naik signifikan," kata Riandi.
Buah manis coattail effect pilpres tidak hanya dirasakan Gerindra, tetapi juga PSI.
"Asosiasi kuat PSI dengan Jokowi berimbas pada lonjakan elektabilitas. PSI gencar mengampanyekan diri sebagai partai Jokowi dan menggaungkan spirit Jokowisme," terang Riandi.
PSI menunjuk Kaesang Pangarep yang merupakan putra Jokowi sebagai ketua umum di akhir September 2023, hingga mengerek elektabilitas menembus ambang batas parlemen sebesar 4 persen. PSI lalu memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo-Gibran pada arena pilpres.
Sementara itu, partai-partai lain cenderung masih stabil, di antaranya Golkar yang masih menduduki posisi tiga besar dengan elektabilitas 8,8%, menyusul di urutan berikutnya PKB (7,4%), Demokrat (7,2%), dan PKS (4,4%).
Partai-partai lain meraih elektabilitas di bawah 4% meskipun masih berpeluang lolos jika memperhitungkan margin of error, di antaranya PAN (3,2%), NasDem (2,6%), PPP (2,0%), Perindo (1,7%), dan Gelora (1,2%).
Selebihnya adalah adalah PBB (0,7%), Hanura (0,6%), Partai Ummat (0,5%), dan Garuda (0,1%). Partai baru PKN dan Buruh yang masih nihil dukungan. Selain itu, masih ada 18,4% responden yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab.
Survei Nusantara Strategic Network (NSN) pada tanggal 23—27 Desember 2023 secara tatap muka kepada 1.200 responden mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9% dan tingkat kepercayaan 95%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
John Herdman menyebut kartu merah Thom Haye saat Indonesia vs Malaysia menjadi pelajaran penting bagi skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026.
Honda Odyssey terbaru di China mendapat layar 12,3 inci dan fitur kabin baru. Harga mulai Rp400 jutaan dengan mesin hybrid 2.0 liter.
10 iPhone lawas yang masih layak dipakai pada 2026, lengkap dengan spesifikasi dan kisaran harga bekas per September.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 lengkap dari latihan, kualifikasi, Sprint Race hingga balapan utama. Cek jam tayangnya dalam WIB.
MacSync versi terbaru mengincar pengguna Mac dengan infostealer dan backdoor. Password, data browser, kripto hingga Keychain dapat dicuri.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.