Garebeg Besar 2026 Digelar Sederhana, Tanpa Kirab Prajurit
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Petugas KPPS mengenakan kostum badut di TPS 4, RW 2, Bener, Tegalrejo./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 83.524 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan bertugas melayani pemilih pada pemungutan dan penghitungan suara 14 Februari 2024 nanti dilantik hari ini, Kamis (25/1/2024).
Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi mengatakan para anggota KPPS tersebut tersebar di 11.932 TPS, 438 Kalurahan/keluarahan, 78 Kepanewon/Kemantren, dan 5 Kabupaten/Kota se DIY. "Masa kerja KPPS ini akan dimulai sejak 25 Januari – 25 Februari 2024. Para anggota KPPS, akan mendapatkan honor Rp1,2 juta untuk ketua dan Rp1,1 juta untuk anggota," katanya, Kamis (25/1/2024).
Selain memfasilitasi pemungutan dan penghitungan suara, lanjut Shidqi, anggota KPPS juga bertugas mendokumentasikan serta mempublikasikan hasil penghitungna suara di TPS melalui aplikasi SIREKAP atau Sistem Informasi Rekapitulasi yang nantinya bisa diakses oleh publik.
Dalam pelantikan tersebut, kata Shidqi, sebagai komitmen KPU terhadap pelestarian alam dan sebagai pengganti pohon yang digunakan untuk kebutuhan logistik pemilu, khususnya surat suara dan formulir-formulir yang digunakan dalam pemilu, para anggota KPPS juga melakukan penanaman pohon. "Total pohon yang akan ditanam di wilayah DIY adalah sejumlah 83.524 batang," katanya.
Selanjutnya, sambung Shidqi, Untuk memperkuat pemahaman Anggota KPPS terhadap tugas dan fungsinya mereka akan mendapatkan pelatihan dan bimbingan teknis tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Bimtek digelar mulai tanggal 26 – 29 Januari 2024.
"Dengan pelatihan tersebut diharapkan terwujudnya profesionalisme dan integritas anggota KPPS dalam melaksanakan tugasnya melayani pemilih, sehingga kekeliruan dalam penghitungan dan pencatatan hasil penghitungan suara nanti juga bisa diminimalisir dengan baik," katanya.
Tidak kalah penting, lanjut Shidqi, untuk mencegah jatuhnya korban sakit dan meninggal dunia di kalangan anggota KPPS, KPU mengutamakan personil yang berusia di bawah 55 tahun dan dilakukan screening kesehatan meliputi pemeriksaan kolesterol, gula darah dan tekanan darah.
"Tidak berhenti di situ, untuk memantau atau memonitor kesehatan anggota KPPS ini, KPU DIY juga telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan DIY dan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat UGM. Dengan Ikhtiar tersebut diharapkan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di wilayah DIY pada 14 Februari 2024 akan berjalan dengan lancar dan aman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
UMKM berpeluang dapat diskon 50% biaya e-commerce. Simak syarat lengkap dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Mahasiswa asal Boyolali membawa kabur motor pemuda Sleman bermodus ajak memancing setelah berkenalan lewat TikTok.
DLH Sleman melarang limbah penyembelihan hewan kurban dibuang ke sungai demi mencegah pencemaran lingkungan saat Iduladha.
Microsoft mulai menghapus login OTP SMS dan beralih ke passkey demi meningkatkan keamanan akun pengguna dari ancaman siber.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.