Singgung Bocornya Alokasi Dana Pendidikan, Prabowo: Ini karena Budaya Pejabat Kita

Rika Anggraeni
Rika Anggraeni Minggu, 04 Februari 2024 22:07 WIB
Singgung Bocornya Alokasi Dana Pendidikan, Prabowo: Ini karena Budaya Pejabat Kita

Prabowo Subiyanto dalam Debat Capres, Minggu (4/2/2024)./Tangkapan layar Youtube KPU RI

Harianjogja.com, JAKARTA—Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyinggung banyaknya kebocoran alokasi dana pendidikan hingga ke tingkat kabupaten pada saat ini.

Oleh karena itu, alokasi dana pendidikan harus diaudit dan dikaji. "Kita harus mengaudit, mengkaji, sekarang sistem kita ini [pendidikan] baik atau tidak, karena banyak sekali kebocoran-kebocoran dalam alokasi dana yang diturunkan sampai ke tingkat kabupaten dan sebagainya,” kata Prabowo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

Menurut Prabowo, permasalahan kebocoran alokasi dana ini merupakan masalah mental dan budaya Indonesia. “Ini menyangkut memang masalah mental dan budaya banyak pejabat-pejabat kita,” ungkapnya.

“Jadi kita harus koreksi diri, kita harus audit, dan di mana masalah sistemik yang kurang baik, harus kita perbaiki. Kita harus berani memperbaiki sistem yang kurang baik,” ujar dia.

Dalam hal pendidikan, jika menengok dokumen visi misi pada program Prabowo-Gibran, pasangan calon (paslon) nomor urut 02 ini menyatakan memperkuat pendidikan, sains, dan teknologi.

Salah satu program yang akan dilakukan pasangan ini adalah membenahi kurikulum Perguruan Tinggi, Pendidikan Vokasi dan Politeknik berbasis riset, inovatif, aplikatif, dan inkubasi yang terhubung dengan industri.

BACA JUGA: Klaim Indonesia Kekurangan Dokter, Prabowo Janjikan Tambah 300 Fakultas Kedokteran Baru

Serta, meningkatkan dana riset dan inovasi sehingga dapat mencapai 1,5-2,0 persen dari PDB dalam 5 tahun. “Menyediakan beasiswa bagi putra-putri petani, nelayan, guru, dan buruh, untuk melanjutkan jenjang pendidikan S1 hingga S3,” tulis dokumen tersebut, dikutip pada Minggu (4/2/2024).

Paslon Prabowo-Gibran ini juga akan membangun perpustakaan dan taman-taman bacaan untuk mendorong gerakan literasi masyarakat hingga mendorong pendidikan yang membantu peningkatan literasi digital pada berbagai tingkat pendidikan untuk mendukung digitalisasi ekonomi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online