Long Weekend Kenaikan Yesus, PAD Wisata Gunungkidul Tembus Rp1,7 M
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Ilustrasi pemilu - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bawaslu Sleman berharap peristiwa meninggalnya ratusan penyelenggara Pemilu 2019 bisa menjadi pelajaran bersama sehingga tidak terulang di 2024. Oleh karena itu, kesehatan petugas di lapangan harus benar-benar diperhatikan.
Ketua Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan kesehatan petugas KPPS maupun pengawas TPS menjadi salah satu fokus yang harus dijaga. Hal ini mengacu pada peristiwa di Pemilu 2019 yang menyebabkan banyak petugas meninggal dunia hingga ratusan orang.
Sesuai pengalaman tersebut, masa tugas dari petugas di TPS tidak hanya 24 jam, tetapi ada yang melebihi. Pasalnya di pemilu sebelumnya ada yang sampai lebih dari 1,5 hari bekerja.
“Di 2019, rata-rata selesai hingga dini hari seusai pencoblosan. Malahan dulu ada yang sampai dengan sore di hari berikutnya setelah pemilihan berlangsung,” katanya, Senin (5/2/2024).
Itulah sebabnya, Arjuna mengusulkan ke KPU Sleman agar petugas di TPS diberikan jeda waktu untuk beristirahat. Menurut dia, pemberian waktu ini dilaksanakan setelah proses penghitungan memasuki tengah malam atau pukul 24.00 WIB.
Adapun pertimbangannya untuk memberikan kesempatan kepada petugas agar bisa mengumpulkan tenaga lagi guna menyelesaikan tugas-tugas dalam proses perhitungan suara.
Terlebaih lagi, lanjut dia, ketugasan tidak hanya saat pemilihan berlangsung dikarenakan hari sebelum pencoblosan juga sudah bertugas untuk kesiapan di TPS.
“Namanya kalau sudah tugas selama 24 jam, pasti akan sangat capek sehingga butuh istirahat sementara untuk mengumpulkan lagi tenaganya. Jadi, akan lebih baik ada masa istirahat untuk para petugas alias tidak bekerja secara terus menerus,” katanya.
Arjuna mengakui proses perhitungan sampai tengah malah dimungkinkan masih akan terjadi di Pemilu 2024 dikarenakan ada lima surat suara yang harus diselesaikan. “Makanya kami usul ada waktu istirahat sebentar guna menjaga Kesehatan petugas di lapangan,” katanya.
BACA JUGA: Cegah Potensi Korban Jiwa Petugas KPPS Saat Pemilu 2024, Ini yang Dilakukan Kemenkes
Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi mengatakan, untuk masalah Kesehatan petugas adhoc di TPS masih menjadi pembahasan. Hingga sekarang masih ada koordinasi dengan stakeholder terkait dengan teknis pelayanan dan penanganan Kesehatan petugas penyelenggara pemilu. “Ini masih terus dikoordinasikan,” katanya.
Menurut dia, untuk mengurangi risiko kelelahan sudah ada upaya saat seleksi. Salah satunya memprioritaskan petugas KPPS yang usianya di bawah 55 tahun. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar tanpa ada insiden apapun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.