Claude Sempat Akses Sistem Nyata, Anthropic Hentikan Uji AI
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah partai politik di Bantul sudah mulai melakukan kajian internal terkait dengan bakal calon (bacalon) Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Bantul yang akan digelar 27 November 2024 mendatang. Sejumlah nama disebut akan diajukan oleh parpol-parpol tersebut.
Ketua DPD PKS Bantul, Agung Laksmono mengatakan pada Pemilu 2024 pihaknya meraih enam kursi di DPRD Bantul. Raihan tersebut sudah sesuai dengan target yang ada.
Di sisi lain, meski mendapatkan 6 kursi, PKS Bantul tetap membutuhkan koalisi dengan partai lainnya pada Pilkada Bantul 2024. Sebab, salah satu syarat untuk mengajukan bacalon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Bantul 2024 adalah minimal 9 kursi.
"Untuk itu kami buka komunikasi dengan partai lainnya untuk Pilkada. Tentu ada keinginan dari kami ajukan kader sendiri pada Pilkada. Tetapi, sekali lagi ini masih dalam tahap wacana dan belum kami rumuskan. Kami nanti perlu untuk melakukan pembahasan mendalam," kata Agung, Sabtu (2/3/2024).
Terkait degan nama kader yang kemungkinan diusung menjadi bacalon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada Bantul 2024, Agung tidak menampik ada nama Amir Syarifudin dlam daftar bacalon Bupati dan Wakil Bupati yang akan dibahas.
Nama anggota DPRD DIY ini juga pernah muncul pada awal pencalonan Bupati dan Wakil Bupati 2020 lalu. Sebelum akhirnya pada Pilkada Bantul 2020, PKS memutuskan berkoalisi dengan Gerindra, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Nasdem, dan Partai Bulan Bintang (PBB), mengusung pasangan Suharsono dan Totok Sudarto (Noto) sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul.
"Mungkin jadi salah satu. Kemarin nama beliau juga sempat muncul pada Pilkada sebelumnya. Selain itu, beliau merupakan peraih suara terbanyak kemarin. Jadi tidak menutup kemungkinan kita ajukan kader sendiri. Tapi kita kan hanya punya 6 kursi, maka kami butuh tambahan 3 kursi dari partai lain untuk mengajukan calon sendiri pada Pilkada mendatang," imbuh Agung.
Sementara Partai Golkar dan PKB Bantul telah menyatakan akan mengusung Abdul Halim Muslih sebagai bacalon Bupati Bantul pada Pilkada 2024.
“Kami Golkar DIY dan Bantul untuk pilkada 2024 mendatang di Bantul akan mengusung pak Halim untuk maju lagi menjadi calon bupati Bantul," kata Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman.
Menurut Gandung, keputusan mengusung Abdul Halim Muslih menjadi calon bupati pada Pilkada 2024 sudah final. “Tinggal nanti kita formalkan di DPD Bantul dan DPD propinsi," kata Gandung.
Gandung menilai kinerja Halim sebagai bupati cukup baik. Atas alasan tersebut pihaknya merasa Halim perlu didukung dan diteruskan untuk periode selanjutnya. “Oleh karena itu kita dukung dan usung pada pilkada 2024," ujarnya.
Sekretaris DPC PKB Bantul, Subhan Nawawi menyatakan partainya akan tetap mengusung Abdul Halim Muslih pada Pilkada 2024. Kinerja Halim saat menjabat sebagai Bupati Bantul periode 2021-2024, dinilai Subhan sudah bagus. Tetapi, masih banyak pekerjaan-pekerjaan di Kabupaten Bantul yang harus diselesaikan pada periode selanjutnya.
"Masih banyak program yang harus dituntaskan oleh pak Halim. Ada program-program untuk kesejahteraan masyarakat dan lain sebagainya," katanya.
Sedangkan Ketua DPC Partai Gerindra Bantul Datin Wisnu Pranyoto mengatakan kemungkinan besar akan mengusung nama bacalon bupati dan wakil bupati dari internal partai.
Sejauh ini ada tiga nama yang berpotensi untuk diajukan yakni Nur Subiyantoro [Sekretaris DPD Gerindra DIY dan juga wakil Ketua DPRD Bantul], Danang Wahyu Broto [Ketua Komisi B DPRD DIY] dan saya sendiri, Datin Wisnu Pranyoto [Ketua DPC Gerindra Bantul dan anggota DPRD Bantul]. "Kami juga tidak menutup kemungkinan mengusung nama lain di luar internal partai yang punya kans untuk menang," katanya.
Sejauh ini ada dua nama yang cukup santer dan dikabarkan akan diusung oleh Gerindra Bantul pada Pilkada Bantul 2024. Kedua nama tersebut adalah seniman Soimah, dan Erna Suharsono, istri mantan Bupati Bantul, Suharsono. Namun, Datin mengaku terhadap kedua nama tersebut belum ada komunikasi. "Belum ada pembicaraan," ucap Datin.
BACA JUGA: Pilkada Bantul 2024, Golkar Bakal Usung Abdul Halim Muslih sebagai Calon Bupati
Terpisah, Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan, sampai saat ini partainya belum melakukan pembicaraan terkait dengan bacalon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada Pilkada Bantul. Sebab, saat ini pihaknya masih fokus kepada Pileg dan Pilpres.
“Sampai hari ini juga belum ada keputusan DPP soal Pilkada. Kami memang masih ditugaskan melakukan pengawalan untuk Pilpres dan Pileg. Sehinga di internal sampai saat ini belum ada pembicaraan terkait Pilkad," ucap Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anthropic menghentikan evaluasi keamanan siber setelah menemukan tiga insiden Claude yang sempat mengakses internet dan sistem nyata saat pengujian
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon lahirkan anak pertama, Segara Nadi Aksatama, pada 20 Juli 2026. Nama sarat makna, banjir ucapan selamat dari artis dan netize
Dinkes Bantul mengungkap paparan rokok dalam keluarga menjadi faktor terbesar penyebab stunting. Angka stunting turun menjadi 8,3 persen, namun tantangan masih
Menunda servis mobil atau motor bisa memicu kerusakan berantai dan biaya perbaikan yang mahal. Simak dampak serta cara mencegahnya.
China masih menjadi produsen kendaraan terbesar dunia pada 2025. Berikut daftar lima negara dengan industri otomotif terbesar yang mendominasi pasar global.
Keputusan BTS tidak mengikuti Grammy Awards 2027 kembali memicu perdebatan soal transparansi penghargaan musik dunia. Berikut deretan musisi yang pernah mengkri