Gempa M7,1 Jepang Diduga Berkaitan dengan Sesar Lama 2016
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. – Antara/Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JAKARTA—Saksi dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 yang dihadirkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yudistira Dwi Wardhana Asnar menyebut Aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Aplikasi Sirekap), mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut sempat diserang DDoS (distributed denial of service). Yudistira adalah Tim Pengembang Sirekap.
Dalam sidang lanjutan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (3/4/2024), pengungkapan itu bermula ketika dia menyebut adanya klaim dari publik yang mengatakan bahwa tidak ada perubahan data Sirekap pada 14 Februari 2024 mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Akan tetapi, berdasarkan fakta log-nya, data-data gambar tetap masuk mulai pukul 11.04 WIB, salah satunya untuk TPS 01, Marik May, Malabotom, Sorong, Papua Barat Daya. Suara yang masuk itu kemudian mulai meningkat pada pukul 18.30 WIB hingga hari berikutnya.
Yudistira mengungkapkan bahwa peningkatan suara secara signifikan yang terjadi pada petang hari itu terjadi karena aplikasi Sirekap diserang DDoS sejak pagi.
"Sebagaimana keterangan pers yang kami berikan, Sirekap dihantam DDoS sejak pagi dan baru bisa bangkitkan kembali pada pukul 18.30 WIB," ungkapnya.
BACA JUGA: Fokus Gugatan Sengketa Pemilu, PKB Tak Mau Pikirkan Soal Tawaran dari Prabowo
Ia menyebut tim Sirekap di daerah-daerah juga dengan sigap kembali memasukkan data yang tertinggal secepat mungkin. Oleh karena itu, ada lonjakan suara perolehan untuk tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden pada waktu tersebut ketimbang hari biasanya.
"Biasanya yang masuk itu 100 atau 200 per menit, lalu begitu kami beres dengan urusan DDoS, langsung melonjak datanya," ujarnya.
Yudistira juga mengungkapkan bahwa ada dua hingga tiga DDoS yang menyerang Sirekap pada hari pencoblosan Pemilu 2024. Di akhir masa pemilu, DDoS yang mereka terima meningkat hingga tiga kali sehari selama satu pekan.
"DDoS itu bukan berasal dari negara-negara yang biasa kami duga, tetapi juga ada origin dari traffic-nya dari Eropa yang melakukan itu," kata dia. Walaupun demikian, dia bersyukur Sirekap tetap berjalan lancar ketika proses rekapitulasi.
Agenda di dalam sidang lanjutan PHPU Pilpres 2024 pada hari Rabu adalah mendengarkan pembuktian dari KPU selaku pihak termohon dan Bawaslu.
KPU menghadirkan satu orang ahli dan dua saksi. Ahli yang hadir adalah Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, sedangkan saksi yang hadir adalah pengembang Sirekap dari ITB Yudistira Dwi Wardhana Asnar, dan Andre Putra Hermawan, dari Pusdatin KPU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.